Étienne Alexandre Millerand (10 Februari 1859 – 7 April 1943) adalah politikus dan negarawanPrancis. Ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Prancis dan kemudian Presiden Republik Prancis (1920-1924). Dikenal karena keinginannya memperkuat kekuasaan presiden melalui revisi konstitusi dan keterlibatannya dalam berbagai kabinet sebelum dan sesudah Perang Dunia I. [1]
Ringkasan Karier Politik
Millerand memulai karier sebagai pengacara dan jurnalis, terpilih sebagai anggota Deputi (Chamber of Deputies) sejak 1885 sebagai anggota sosial demokrat/kanan sosial. Ia kemudian menjabat berbagai jabatan menteri: perdagangan, pekerjaan umum, perang, dll. Selama Perang Dunia I, ia menjadi Menteri Perang. Setelah perang, statusnya meningkat: pada 1920 ia diangkat menjadi Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri, lalu dipilih menjadi Presiden setelah kehilangan Paul Deschanel karena sakit. Masa kepresidenannya ditandai oleh upaya memperkuat kekuasaan eksekutif (presiden) dan posisi moderat dalam menghadapi konflik politik antara kiri dan kanan. Karena kemenangan kekuatan kiri (Cartel des Gauches) dalam pemilu 1924, dia dipaksa mundur. [2]
- Menteri Perdagangan, Industri, Pos dan Telekomunikasi (1899-1902) dalam kabinet Waldeck-Rousseau. Di situ ia mendorong perbaikan kondisi kerja, pengembangan pendidikan teknis, dan flora pos & telegram. [3]
- Menteri Pekerjaan Umum, Pos dan Telekomunikasi(1909-1910)
- Menteri Perang dua kali: 1912-1913 dan 1914-1915, termasuk selama masa permulaan Perang Dunia I.
- Setelah perang, ia menjadi Commissioner General di wilayah Alsace-Lorraine (1919-1920), mengatur pengembalian wilayah ke pemerintahan Prancis pasca perang. [2]
Perdana Menteri dan Presiden
Pada 20 Januari 1920, ia menjadi Perdana Menteri (Président du Conseil) dan Menteri Luar Negeri. [2]
Kemudian, setelah presiden Paul Deschanel mundur karena sakit, Millerand terpilih sebagai Presiden Republik Prancis
pada 23 September 1920. Masa jabatannya berakhir pada 11 Juni 1924 setelah kekalahan politik dari blok kiri dalam pemilu (Cartel des Gauches). [1]
Tahun‐Tahun Akhir
Setelah berhenti sebagai presiden, Millerand tetap menjadi senator (depuis 1925) dan aktif dalam politik sampai masa Perang Dunia II meskipun dengan peran yang jauh lebih kecil. Ia meninggal di Versailles pada 7 April 1943. [1]
Catatan
↑Setelah 1904 Millerand semakin menjauh dari partai sosialis karena perbedaan pendapat mengenai kerjasama pemerintah non-sosialis dan pandangan terhadap militerisme.
↑Sebelum politik tinggi, ia dikenal karena pembelaannya terhadap hak pekerja dan keterlibatannya dalam kasus-kasus pengadilan buruh.