Alexander Vasilyevich Suvorov (bahasa Rusia:Алекса́ндр Васи́льевич Суво́ровcode: ru is deprecated , r Ia Vasil'evich Suvorov; 24 November [K.J.: 13 November] 1729 – 18 Mei [K.J.: 6 Mei] 1800) adalah seorang pemimpin militer Rusia yang telah dianggap sebagai pahlawan nasional. Ia adalah Tumenggung Rymnik, Tumenggung Kekaisaran Romawi Suci, Pangeran Italia, dan GeneralissimoKekaisaran Rusia.
Walau ia dekat dengan Ratu Yekaterina yang Agung, Suvorov sering bertengkar dengan anak dari Yekaterina yang juga merupakan pewaris takhta, Pavel. Setelah Yekaterina meninggal karena stroke pada tahun 1796, Pavel I dinobatkan menjadi Kaisar dan memberhentikan Suvorov karena telah mengabaikan perintahnya. Namun, ia terpaksa untuk kembali menerima Suvorov dan mengangkatnya sebagai Marsekal Medan karena desakan sekutu koalisi pada Perang Revolusi Prancis.[1] Suvorov memimpin pasukan dari tentara Austria-Rusia, merebut Milan, dan mengusir Prancis dari Italia pada Pertempuran Cassano d'adda, Trebbia, dan Novi.[2] Suvorov menjadi Pangeran Italia karena tindakan penyelamatannya. Setelah itu, ia dikepung oleh pasukan Prancis di AlpenSwiss setelah tentara Rusia yang seharusnya berkumpul kembali tiba-tiba diserang oleh pasukan Prancis sebelum pasukan Rusia sampai di titik berkumpul. Suvorov memimpin penarikan pasukan strategis dari pasukan Prancis yang berjumlah empat kali lebih besar dari pasukan Rusia dan dapat kembali ke Rusia dengan korban yang sedikit. Setelah itu, dia diangkat menjadi Generalissimo keempat dari Rusia. Ia meninggal karena sakit pada tahun 1800 di Sankt Peterburg.
Suvorov dianggap salah satu pemimpin militer terbaik di Rusia.[3] Dia mendapatkan banyak medali, gelar, dan tanda kehormatan oleh Rusia, serta negara-negara lain. Suvorov mengamankan perbatasan negara Rusia, menambah prestise militer Rusia, dan telah memberikan warisan teori-teori selama peperangan. Dia terkenal akan panduan militer yang berjudul Ilmu Kemenangan.[4] Beberapa akademi militer, monumen, desa-desa, museum, dan penghargaan dinamai dengan nama Suvorov sebagai dedikasi terhadap dia. Dia tidak pernah kalah dalam pertempuran besar yang ia pimpin satu kali pun.