Jalan Nasional Trans-Timor atau Jalan Timor Raya adalah salah satu dari 3 jalur utama penghubung Timor Barat. Jalan ini biasa disebut Jalur Tengah atau Jalur Bagus, karena jalur ini berada di tengah jari kedua jalur lainnya dan kondisi jalur ini adalah yang terbaik di antara 2 jalan penghubung lainnya. Di sekitar ujung Timur, Jalur ini bersatu dengan Jalur Pantura Timor di Lakafehan hingga Motaain (Kabupaten Belu), dan bersatu dengan Jalan Sabuk Merah Perbatasan di Motaain (Kabupaten Belu). Sementara di sekitar Barat, Jalur ini bersatu dengan Jalur Pantai Selatan Timor di Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Titik yang dilewati
Sistem Jalan Utama dan kota yang dilalui di Pulau Timor Barat
Kondisi jalan rusak di KM-86 Jl. Timor Raya menuju Soe
Jalan ini membentang sejauh 313 KM dari Kupang ke Motaain, dengan banyak liku dari Soe-Kefamenanu. Kondisi jalan berliku-liku tersebut sangat memungkinkan kecelakaan terjadi. Kualitas jalan ini cukup bergelombang, dan kurang rata. Pada awal tahun 2015, terdapat satu bagian jalan yang nyaris putus atau jeblok karena kuatnya arus sungai melawan tanah yang menyeimbangi jalan tersebut. Hal ini menerima tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan memperbaikinya sebelum pertengahan tahun2015.[1]
Jalan Nasional Trans Timor ini juga memiliki luas jalan yang muat pas untuk 2 mobil. Sehingga beberapa truk pengangkut yang besar harus bergeser ke pinggiran jalan jika ada kendaraan yang akan lewat.
Jalan ini memiliki kelokan paling banyak dan paling tajam di KM-50 (Camplong) hingga KM-220 (Kefamenanu), karena melewati wilayah Pegunungan.
Luas jalan
Luas Jalan Nasional Trans Timor ini dapat dinyatakan cukup luas, meskipun tidaklah luas jika ada kendaraan roda-16 atau lebih yang melewatinya, karena luas jalan ini hanyalah 2m x 2m.
Tetapi jika Anda berada di dalam kota besar yang tersebar, maka jalan di daerah tersebut pun diperluas hingga 3.5 x 3.5 meter atau lebih.