Iliana Iotova[a] (nama gadisMalinova; lahir 24Oktober 1964) adalah seorang politikus dan jurnalis Bulgaria yang menjabat sebagai Presiden Bulgaria sejak 23 Januari 2026. Ia merupakan perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut. Sebagai anggota Partai Sosialis Bulgaria (BSP), Iotova sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden di bawah pemerintahan Rumen Radev dari tahun 2017 hingga 2026.
Pada dekade 1980-an, Iotova sempat bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Pertama Sofia St John the Baptist.[5] Antara tahun 1990 hingga 1997, ia berkarier di Televisi Nasional Bulgaria sebagai reporter, penyunting, pengarah, dan penyiar berita serta program urusan terkini. Ia kemudian diangkat menjadi kepala Direktorat Berita dan Urusan Terkini.[4][6][3] Setelah itu, ia menjabat sebagai direktur layanan pers Partai Sosialis Bulgaria pada tahun 1997.[7][6][3]
Karier politik
Iotova dalam sebuah debat mengenai Kawasan Schengen, 19 April 2016
Selain penugasan komitenya, Iotova menjabat sebagai ketua delegasi parlemen untuk Komite Parlemen Stabilisasi dan Asosiasi Uni Eropa-Montenegro serta menjadi anggota delegasi untuk Majelis Parlemen Mediterania.[11] Ia juga merupakan anggota Intergrup Parlemen Eropa tentang Integritas (Transparansi, Antikorupsi, dan Kejahatan Terorganisasi).[12]
Menjelang pemilihan umum presiden 2016, Iotova secara resmi dicalonkan sebagai pasangan calon wakil presiden dari Partai Sosialis Bulgaria mendampingi calon presiden Rumen Radev. Setelah terpilih sebagai Wakil Presiden, ia mengundurkan diri dari kursinya di Parlemen Eropa.[13] Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden, Iotova memusatkan perhatian pada hubungan dengan komunitas Bulgaria di luar negeri serta promosi pendidikan dan bahasa Bulgaria.[6] Keduanya dilantik pada 19 Januari 2017 dan mulai menjabat pada 22 Januari.[14][15]
Pada 1 Februari 2021, Presiden Radev secara resmi mengumumkan bahwa ia dan Iliana Iotova akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua dalam pemilihan umum 2021.[16] Pada putaran kedua yang diadakan pada 21 November, Rumen Radev mengalahkan Gerdjikov dengan perolehan 66% suara, sehingga mengamankan masa jabatan kedua bagi Iotova.[17] Ia dilantik pada 19 Januari 2022 dan masa jabatannya secara resmi dimulai pada 22 Januari.[3]
Pada 21 Maret 2024, Iotova berpartisipasi dalam forum pendidikan di Lisboa yang ia sponsori. Dalam forum tersebut, ia menyerukan perlunya pembentukan lembaga kebudayaan Bulgaria di luar negeri untuk mempromosikan budaya dan bahasa Bulgaria di tingkat internasional.[18]
Presiden Bulgaria (2026–sekarang)
Dalam pidato kenegaraan pada 19 Januari 2026, Presiden Rumen Radev mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri.[19] Keesokan harinya, Radev mengajukan pengunduran dirinya sebagai Presiden kepada Mahkamah Konstitusi.[20] Tiga hari kemudian pada 23 Januari, Mahkamah Konstitusi secara resmi menerima pengunduran diri Radev, yang dengan demikian mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Bulgaria.[21]
Tak lama setelah putusan tersebut, Radev meninggalkan istana "Dondukov 2" bersama Iotova, yang kini menjabat sebagai Presiden baru, dan berpidato di hadapan para pendukungnya; ia menjanjikan perjuangan bersama dalam pemilihan umum legislatif mendatang.[22] Iliana Iotova secara resmi menjadi presiden perempuan pertama Bulgaria pada 23 Januari 2026, menjelang pemilihan umum dini yang direncanakan untuk menyelesaikan sisa masa jabatan kepresidenan Radev.[3][23]
Kehidupan pribadi
Selain bahasa Bulgaria, Iotova fasih berbahasa Prancis serta menguasai bahasa Rusia dan Inggris.[3] Pada tahun 1985, ia menikah dengan Andrey Iotov, seorang dokter yang ditemuinya di Rumah Sakit Pertama Sofia St. John the Baptist; pasangan ini dikaruniai seorang anak.[5][3] Iotov cenderung menghindari sorotan publik dalam perannya sebagai suami Presiden.[5]
↑"Профил на Илиана Йотова" (dalam bahasa Bulgaria). personi.dir.bg. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 October 2016. Diakses tanggal 25 October 2016.
Tanda bintang (*) menunjukkan pelaksana tugas/penjabat kepala negara yang sedang menjabat·Huruf miring menunjukkan kepala negara dari negara non-anggota PBB