Meskipun telah meninggal, Hu Yaobang tetap dikenang sebagai simbol reformasi dan keterbukaan di Tiongkok. Kematian mendadaknya pada tahun 1989 memicu protes besar-besaran di Lapangan Tiananmen, yang dikenal sebagai Protes Tiananmen 1989. Meskipun protes tersebut berakhir dengan tindakan keras dari pemerintah, Hu tetap dihormati oleh banyak kalangan sebagai pahlawan reformasi.
Rehabilitasi
Pada Agustus 2005, Hu Jintao mengumumkan rencana untuk merehabilitasi nama baik Hu Yaobang, dan acara akan diselenggarakan pada 20 November, hari ulang tahun ke-90 Hu. Acara akan dilakukan di Beijing, di mana ia wafat, Hunan, di mana ia lahir, dan di Jiujiang di mana ia dikuburkan. Analis politik barat mengamati langkah Hu Jintao untuk merehabilitasi nama baiknya sebagai manuver politik untuk mengait dukungan dari politikus pro-reformasi yang selalu menghormati Hu Yaobang.
Beberapa analis politik menyatakan bahwa Hu Jintao ingin pemerintahannya mengikuti aspirasi Hu Yaobang. Kedua Hu (tidak ada ikatan keluarga) bangkit menuju kekuasaan melalui Liga Pemuda Komunis Tiongkok dan dideskripsikan berasal dari faksi Tuanpai. Hu Yaobang sendiri juga membantu mempercepat jenjang karir Hu Jintao menuju ke puncak pada 1980an.[4]
Beberapa pengamat mencatat bahwa rehabilitasi Hu Yaobang meningkatkan kemungkinan Partai bersedia mengevaluasi kembali protes Tiananmen 1989, tetapi pengamat lain menyatakan skeptis. Peringatan dengan tujuan memperingati tanggal lahir atau kematian seseorang seringkali merupakan tanda tren politik di Tiongkok, dengan beberapa di antaranya menunjukkan prospek reformasi lebih lanjut. Para skeptis mencatat bahwa Hu Jintao membuat pernyataan yang memuji pemerintah Kuba dan Korea Utara (terlepas dari "kelemahan" ekonomi mereka) tak lama setelah mengumumkan peringatan publik Hu Yaobang, yang menyiratkan bahwa kecil kemungkinan partai akan menjalankan program reformasi politik yang dramatis dalam waktu dekat.
Pada tanggal 18 November 2005, Partai Komunis secara resmi merayakan ulang tahun ke-90 Hu Yaobang dengan berbagai kegiatan di Balai Rakyat (tanggalnya diubah menjadi dua hari sebelum jadwal resmi). Sekitar 350 orang hadir, termasuk Perdana Menteri Wen Jiabao, Wakil Presiden Zeng Qinghong, dan sejumlah pejabat Partai, selebritas, serta anggota keluarga Hu Yaobang. Hu Jintao awalnya berencana hadir, tetapi ia terakhir tidak hadir karena dihalau oleh anggota partai yang masih memiliki dendam dengan Hu Yaobang. Wen Jiabao tidak diberikan kesempatan untuk berbicara dan sebagai berikut, Zeng menjadi anggota paling senior yang berpidato. Dalam pidatonya, Zeng mengatakan bahwa para anggota harus belajar dari jasa-jasa Hu, terutama kejujuran dan kepeduliannya yang tulus terhadap rakyat Tiongkok. Zeng menyatakan bahwa Hu telah "berkontribusi sepanjang hidupnya dan membangun jasa-jasa abadi demi pembebasan dan kebahagiaan rakyat Tiongkok ... Prestasi bersejarah dan karakter moralnya akan selalu dikenang oleh Partai dan rakyat kita."