28 (dan setengah) Bolshevik (二十八个半布尔什维克) adalah sekelompok mahasiswa Tiongkok yang belajar di Universitas Sun Yat-sen Moskwa dari akhir 1920an sampai aawal 1935, yang juga dikenal sebagai "Para Mahasiwa yang Dipulangkan". Universitas tersebut didirikan pada 1925 sebagai hasil dari kebijakan aliansi pendiri KuomintangSun Yat-Sen dengan Uni Soviet, dan diambil dari namanya. Universitas tersebut memiliki dampak penting dalam sejarah Tiongkok modern dengan mendidik banyak tokoh politik Tiongkok berpengaruh. Tokoh-tokoh terkenal tersebut secara kolektif disebut 28 Bolshevik.[1]
Chen Changhao bekerja dengan Zhang Guotao setelah kembali dari Moskow dan menjadi Komisaris Zhang, tetapi kehilangan kekuasaan dan pengaruh dalam perebutan kekuasaan antara Zhang dan Mao. Chen Changhao kemudian menjadi sejarawan Partai Komunis, dan bunuh diri selama Revolusi Kebudayaan.
Shen Zemin, adik laki-laki dari penulis Mao Dun, bekerja untuk Zhang Guotao dan Tentara Merah ke-4. Setelah pasukan Zhang dikalahkan, Shen tetap tinggal di pangkalan Komunis di Anhui dan meninggal karena tuberkulosis pada tahun 1933.
Sheng Zhongliang adalah pemimpin senior Divisi Shanghai di Partai Komunis, dan dikhianati oleh Li Zhusheng. Ia dipaksa untuk menjadi informan bagi polisi rahasia Kuomintang. Sheng, setelah pindah ke AS, kemudian menulis memoar tentang masa-masanya di Universitas Sun Yat-sen dan bersama 28 Bolshevik.
Song Panmin juga bekerja untuk Zhang Guotao, tetapi dieksekusi ketika ia menentang pembersihan yang dilakukan oleh Xia Xi.
Sun Jiming, seorang pemimpin senior Partai Komunis, ditangkap dan membelot ke Kuomintang bersama dengan Wang Yuncheng.
Wang Shengdi dan Zhu Agen meninggalkan Partai Komunis, meskipun keduanya pernah memegang posisi senior.
Wang Baoli, Zhu Zisun, Li Yuanjue, dan Du Zuoxian meninggalkan kehidupan publik dan nasib mereka tidak diketahui.