Sebagai seorang pejabat berpangkat tinggi, dia adalah pemimpin reformasi yang melaksanakan perubahan pasar yang meningkatkan produksi dengan pesat dan memimpin langkah-langkah untuk mempersingkat birokrasi yang gemuk dan memerangi korupsi.
Zhao, yang pernah disebut sebagai pengganti Deng Xiaoping, disingkirkan dari kekuasaan karena dukungannya kepada para mahasiswa pengunjuk rasa dalam demonstrasi Tiananmen 1989 dan menghabiskan 15 tahun terakhirnya dalam tahanan rumah.
Karier politik
Zhao memulai kariernya di provinsi Guangdong dan menjadi terkenal karena keberhasilan dalam melaksanakan reformasi pertanian di Sichuan pada tahun 1970-an.[4] Ia kemudian dipromosikan menjadi anggota Politbiro dan dipercaya oleh Deng Xiaoping untuk memimpin kebijakan reformasi ekonomi nasional.
Pada 1989, ketika terjadi demonstrasi mahasiswa di Lapangan Tiananmen, Zhao menyerukan dialog damai dan menolak penggunaan kekerasan.[6] Hal ini membuatnya bertentangan dengan pimpinan partai yang lain, terutama Li Peng dan Deng Xiaoping. Zhao digulingkan dari jabatannya pada Juni 1989 dan sejak itu hidup dalam tahanan rumah hingga wafat pada 2005.
↑"Sekretaris Jenderal PKT" sering dianggap sebagai posisi paling berkuasa di Tiongkok modern, meskipun secara formal berbeda dengan jabatan Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan.
Referensi
↑Ezra Vogel, Deng Xiaoping and the Transformation of China. Harvard University Press, 2011.
↑Joseph Fewsmith, "Zhao Ziyang and China's Political Development." in The China Quarterly No. 142, 1995.
↑Roderick MacFarquhar & Michael Schoenhals, Mao’s Last Revolution. Belknap Press, 2006.
↑Barry Naughton, Growing Out of the Plan: Chinese Economic Reform, 1978–1993. Cambridge University Press, 1995.
↑Wu Guoguang, China's Party Congress: Power, Legitimacy, and Institutional Manipulation. Cambridge University Press, 2015.
↑Jean-Philippe Béja, The Impact of China's 1989 Tiananmen Massacre. Routledge, 2011.
Wafatnya Zhao
Pada Februari 2004, Zhao mengalami serangan pneumonia yang menyebabkan kerusakan paru-paru yang parah dan dirawat di rumah sakit selama tiga minggu. Zaho harus dirawat lagi karena pneumonia pada 5 Desember2004. Laporan kematiannya disangkal secara resmi pada awal Januari 2005. Pada 15 Januari, dia dilaporkan dalam keadaan koma setelah beberapa kali terkena stroke. Menurut seorang aktivis, Wakil presiden Zeng Qinghong mengunjungi Zhao di rumah sakit. Zhao meninggal pada 17 Januari di sebuah rumah sakit di Beijing pada pukul 07:01 dalam usia 85 tahun. Dia meninggalkan istri keduanya, Liang Boqi, empat putra, dan seorang putri.
Respon dari pemerintah jelas tampak sangat kecil, kemungkinan karena takut akan terjadinya demonstrasi nasional seperti yang telah terjadi setelah kematian Zhou Enlai dan Hu Yaobang. Kantor berita resmi Xinhua memuat pernyataan sepanjang empat baris yang menyatakan bahwa "Rekan Zhao" telah meninggal dunia. Kematiannya tidak diberitakan di radio maupun di televisi pemerintah. Surat kabar nasional juga hanya memuat pemberitahuan pendek (lima baris), tetapi berita kematiannya tersebar luas melalui forum-forum di Internet.