Hoodoo |
| Jenis | Agama Afro-Diaspora |
|---|
| Wilayah | Amerika Serikat: Amerika Serikat bagian Selatan, Carolina, Lowcountry, Sea Islands, Koridor Gullah Geechee, Gulf Coast, Louisiana, Tidewater, Arkansas, Alabama, Tennessee, Affrilachia, Texas Timur, Georgia, Mississippi, Philadelphia |
|---|
| Bahasa | Inggris, Gullah, Ebonics, Kreol Louisiana, Tutnese |
|---|
| Umat | Orang kulit hitam Selatan |
|---|
| Nama lain | Lowcountry Voodoo Gullah Voodoo Rootwork Conjure Hudu Juju |
|---|
Hoodoo adalah seperangkat praktik spiritual, tradisi, dan kepercayaan yang kompleks—termasuk praktik sihir dan ritual lainnya—yang dikembangkan oleh orang Afrika-Amerika yang diperbudak di Amerika Serikat bagian Selatan. Sistem ini berakar dari berbagai spiritualitas tradisional Afrika serta unsur pengetahuan botani masyarakat pribumi Amerika Utara.[1][2][3] Praktisi Hoodoo disebut rootworkers, conjure doctors, conjure men atau conjure women, serta root doctors. Istilah regional untuk Hoodoo antara lain roots, rootwork, dan conjure.[4] Sebagai sistem spiritual yang berdiri sendiri, Hoodoo kerap disinkretiskan dengan kepercayaan dari agama lain seperti Islam, Protestanisme, Katolik, dan Spiritualisme.[5][6]
Hoodoo, yang sering dikaitkan dengan ritual spiritual gaib (conjure), adalah kumpulan kepercayaan dan praktik keagamaan yang berpusat pada ungkapan rasa syukur kepada anggota keluarga yang telah meninggal, keadilan, serta ritual spiritual penggunaan akar dan tumbuhan (rootwork)—suatu praktik botani yang digunakan baik untuk penyembuhan maupun perlindungan. Tradisi ini terutama dipengaruhi oleh praktik spiritual Afrika Barat, dengan menggabungkan herbal tradisional masyarakat pribumi dan grimoire Eropa. Meskipun ada beberapa akademisi yang berpendapat bahwa Hoodoo merupakan agama yang berdiri sendiri,[7] para praktisi tradisi ini menegaskan bahwa Hoodoo adalah seperangkat tradisi spiritual yang dijalankan bersamaan dengan agama atau sistem kepercayaan spiritual lain,[8] seperti spiritualitas tradisional Afrika dan agama Abrahamik.[9][10]
Banyak tradisi Hoodoo yang bersumber dari kepercayaan Bakongo di Afrika Tengah.[11] Pada abad pertama perdagangan budak lintas-Atlantik, diperkirakan 52% dari seluruh orang Afrika yang diperbudak dan dibawa ke Amerika berasal dari negara-negara Afrika Tengah yang kini termasuk wilayah Kamerun, Kongo, Angola, Republik Afrika Tengah, dan Gabon.[12]
Etimologi
Dokumentasi pertama mengenai kata "Hoodoo" dalam bahasa Inggris muncul pada 1870.[13][14] Asal-usulnya tidak jelas. Namun, beberapa ahli bahasa berpendapat istilah ini berasal dari perubahan kata Voodoo—sebuah kata yang berasal dari bahasa Gbe seperti Ewe, Adja, dan Fon di Ghana, Togo, dan Benin—yang merujuk pada konsep ketuhanan.[15][16]
Asal etimologis lain yang mungkin adalah kata Hudu, yang berarti "pekerjaan roh", berasal dari bahasa Ewe yang dituturkan di negara-negara Afrika Barat seperti Ghana, Togo, dan Benin.[17] Hudu merupakan salah satu dialeknya.[18]
Publikasi akademis terbaru menuliskan kata ini dengan huruf kapital. Kata tersebut memiliki makna berbeda tergantung cara penulisannya. Beberapa penulis menggunakan huruf kapital untuk membedakan Hoodoo sebagai sistem spiritual dari hoodoo yang dikomersialisasi (ditulis dengan huruf kecil). Penulis lain memiliki alasan berbeda terkait penggunaan huruf kapital atau huruf kecil.[19][20]
Menurut profesor agama Afrika-Amerika Yvonne P. Chireau, leksikon yang kemudian dikaitkan dengan praktik *conjure* di Amerika Serikat "berasal dari akar linguistik Afrika Barat dan Afrika Tengah".[8] Sebagai contoh, kata gris-gris merupakan kata dari bahasa Mande di Pantai Windward dan Senegambia.[21] Mojo bag dapat ditelusuri ke kata wanga dan mooyo dalam bahasa Kikongo.[17] Tas juju diyakini berasal dari orang Hausa di Nigeria dan Niger. Penggunaan kata Hausa juju kemudian menyebar luas ke berbagai negara lain tempat kelompok etnis tersebut bermigrasi.[22]