Hari Makan Minum (Umat Islam diharamkan berpuasa ketika Hari Tasyrik)
Dirayakan oleh
Umat Muslim seluruh dunia, dan non muslim di negara Muslim
Jenis
Islam
Makna
Sebagai lanjutan dari Iduladha, untuk memperingati peristiwa kesanggupan Nabi Ibrahim a.s. menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s. sebagai simbol ketaatannya kepada Allah SWT. Namun Allah SWT menggantikan bahan sembelihannya dengan domba besar (gibas) dan mengarahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih gibas tersebut. Petanda berakhirnya musim Haji ke Mekkah.
Perayaan
Pergantian penutup Kakbah (Kiswah) pada 9 Dzulhijjah (hingga 2021), Menghias rumah, menziarahi keluarga dan sahabat, jamuan makan, memberi hadiah, mengenakan pakaian baru dan bersih, pulang kampung
Kegiatan
Solat, mengadakan ibadah korban yaitu menyembelih binatang tertentu pada Hari Raya Iduladha atau Hari Tasyrik dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Binatang yang diperbolehkan untuk dijadikan hewan kurban adlah unta, sapi, kerbau, kambing dan domba (gibas). Memberi 1/3 daging kurban kepada tetangga, dan sedekahkan 1-3 bagian daging kurban atau lebih kepada orang miskin, fakir dan yang memerlukan. Daging, kulit, tanduk atau apapun bagian tubuh dari hewan sembelihan tidak boleh dijual kembali kembali atau bahan untuk perdagangan.
Hari Tasyrik merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada setelah Idul Adha yaitu hari ke 11,12 dan 13 pada bulan zulhijjah menurut kalenderIslam.[1] Pada hari tersebut jamaah yang menunaikan ibadahhaji sedang berada di Mina.[1] Pada tanggal tersebut, para jamaah hajimelempar jumrah.[1] Hari tasyrik merupakan salah satu hari di mana umat Islam dilarang berpuasa karena pada hari tasyrik adalah hari untuk makan dan minum (HR. Thabrani).[2] Hari tasyrik menurut ajaran Islam adalah hari berdzikir.[2] Beberapa zhikir yang diajurkan oleh ajaran Islam pada hari tasyrik yaitu berzhikir kepada Allah dengan bertakbir setelah menunaikan salat wajib.[3] Perbuatan ini disyariatkan hingga akhir hari tasyrik hal ini diriwayatkan dari Umar, Ali dan Ibnu Abbas.[3] Membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih hewan Kurban.[3] Berdzikir dan memuji Allah ketika makan dan minum yaitu dengan cara membaca basmallah dan dan mengakhirinya dengan hamdallah.[3] Berdzikir dengan takbir ketika melempar jumrohDiarsipkan 2023-04-06 di Wayback Machine. pada hari tasyrik bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji.[3]
Pada saat Idul Adha dan hari tasyrik, umat Muslim tidak boleh berpuasa. Larangan tersebut sebagaimana terdapat dalam hadis riwayat Abu Said Al Khudri yang mengatakan,
“Nabi saw. melarang berpuasa pada hari (raya) Fitri dan Kurban (Idul Adha)." (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut sangat jelas menggambarkan bahwa pada hari raya Idul Adha dan tiga hari setelahnya yang disebut juga dengan hari Tasyriq adalah hari dilarang berpuasa. Karena pada hari-hari tersebut masih disunnahkannya untuk menyembelih hewan kurban, dan otomatis umat Islam seluruhnya, baik yang kaya dan miskin akan menyantap hewan kurban tersebut.[4]
Menyembelih dan berkurban Hewan kurban masih dibolehkan dan sangat dianjurkan pada tiga hari ini
Memperbanyak makan, minum, dan bersyukur Justru dianjurkan untuk makan–minum sebagai bentuk syukur, bukan berpuasa.
Memperbanyak dzikir & takbir Bacaan seperti takbir, tahlil, tasbih, tahmid sangat dianjurkan selepas salat wajib .
Memperbanyak doa Membaca berbagai doa, termasuk doa sapu jagad, sangat dianjurkan untuk memohon keberkahan dunia dan akhirat .
Ringkasnya, selama Hari Tasyrik dianjurkan untuk berkurban, makan & minum sebagai syukur, memperbanyak dzikir & takbir, serta memanjatkan doa, dengan puasa diharamkan kecuali dalam kondisi tak mampu kurban.