ENSIKLOPEDIA
Hans Egede
| Hans Egede | |
|---|---|
Potret Egede oleh Johan Hörner | |
| Lahir | (1686-01-31)31 Januari 1686 Harstad, Denmark–Norwegia (kini Norwegia) |
| Meninggal | 5 November 1758(1758-11-05) (umur 72) Falster, Denmark-Norwegia (sekarang Denmark) |
| Suami/istri | Gjertrud Nilsdatter Rasch |
| Anak |
|
| Gereja | Gereja Norwegia (Lutheran Injili) |
| Karya tulis | Catatan perjalanan ke Greenland |
Jabatan |
|
| Gelar | Santo Nasional Greenland |

Hans Poulsen Egede (31 Januari 1686 – 5 November 1758) adalah seorang pendeta Lutheran dan misionaris Norwegia yang memulai upaya misi Kristen ke Greenland, yang membuatnya dijuluki "Rasul Greenland".[1][2] Ia mendirikan misi untuk orang Inuit yang sukses dan diakui telah menghidupkan kembali minat Denmark-Norwegia terhadap pulau tersebut setelah kontak terputus selama sekitar 300 tahun. Ia mendirikan ibu kota Greenland, Godthåb, yang sekarang dikenal sebagai Nuuk.
Latar belakang
Hans Egede lahir di rumah seorang pegawai negeri sipil dan putra pendeta kelahiran Denmark bernama Povel Hansen Egede, dan Kirsten Jensdatter Hind, putri seorang pedagang kelahiran Norwegia, di Harstad, Pulau Hinnøya, Norwegia, sekitar 150 mil (240 km) di utara Lingkar Arktik. Kakek dari pihak ayahnya adalah seorang vikaris di Vester Egede di selatan Zealand, Denmark. Hans dididik oleh pamannya yang adalah seorang pendeta di Gereja Lutheran setempat. Pada tahun 1704, ia merantau ke Kopenhagen untuk berkuliah di Universitas Kopenhagen, di mana ia memperoleh gelar sarjana teologi. Ia kembali ke Hinnøya setelah lulus, dan pada tanggal 15 April 1707 ia ditahbiskan dan ditugaskan ke sebuah paroki di Lofoten yang sama-sama terpencil. Juga pada tahun 1707 ia menikahi Gertrud Rasch (atau Rask), yang 13 tahun lebih tua darinya. Empat anak lahir dari pernikahan tersebut – dua putra dan dua putri.[3]
Greenland
Di Lofoten, Egede mendengar cerita tentang pemukiman Nordik Kuno di Greenland, yang kontaknya telah hilang sejak berabad-abad sebelumnya. Mulai tahun 1711,[4] ia meminta izin kepada Frederik IV dari Denmark-Norwegia untuk mencari koloni tersebut dan mengadakan misi di sana, dengan asumsi bahwa koloni tersebut tetap menganut Katolik setelah Reformasi Gereja di Denmark-Norwegia atau telah sepenuhnya meninggalkan iman Kristen. Frederik menyetujui sebagian permintaannya untuk membangun kembali klaim kolonial atas pulau tersebut.[3]
Egede mendirikan Perusahaan Greenland Bergen[5] (bahasa Denmark: Det Bergen Grønlandske Compagniecode: da is deprecated ) dengan modal $9.000 dari pedagang Bergen, $200 dari Frederik IV dari Denmark dan Norwegia, dan hibah tahunan $300 dari Lembaga Misi Kerajaan.[6] Perusahaan tersebut diberi wewenang luas untuk mengatur semenanjung (seperti yang dianggap pada saat itu), untuk membentuk angkatan darat dan angkatan lautnya sendiri, untuk memungut pajak dan untuk menjalankan keadilan; namun, raja dan dewan penasihatnya menolak untuk memberikan hak monopoli atas perburuan paus dan perdagangan di Greenland karena takut akan mengundang permusuhan dari Belanda.[7]
Kapal Haabet ("Harapan") dan dua kapal yang lebih kecil[5] berangkat dari Bergen pada tanggal 2 Mei 1721 dengan membawa Egede, istrinya dan keempat anaknya, beserta empat puluh kolonis lainnya.[8] Pada 3 Juli,[5] mereka mencapai Nuup Kangerlua dan mendirikan Koloni Harapan (Haabets Colonie) dengan mendirikan rumah di Pulau Kangeq, yang oleh Egede diberi nama Pulau Harapan (Haabets Ø). Setelah berbulan-bulan mencari keturunan para pemukim Nordik Kuno, ia hanya menemukan penduduk pribumi Kalaallit dan mulai mempelajari bahasa mereka. Sebagai misionaris, ia mulai menerjemahkan Alkitab ke bahasa Kalaallisut.
Pada akhir musim dingin pertama, banyak kolonis yang terserang penyakit skorbut dan sebagian besar dari mereka pulang ke Skandinavia sesegera mungkin. Egede dan keluarganya tetap tinggal bersama beberapa orang lainnya dan pada tahun 1722 menyambut dua kapal pasokan yang didanai raja dengan pengenaan pajak baru. Perjalanannya (yang kini dilakukan dengan kapal) tidak menemukan penyintas Nordik Greenland di sepanjang pesisir barat dan pekerjaan selanjutnya disesatkan oleh dua keyakinan keliru – yang keduanya lazim pada saat itu – bahwa Permukiman Timur terletak di pesisir timur Greenland (kemudian didapati bahwa permukiman tersebut berada di antara fjord di ujung barat daya pulau) dan bahwa terdapat selat di dekatnya yang menghubungkan dengan bagian barat pulau. Faktanya, ekspedisi tahun 1723 menemukan gereja-gereja dan reruntuhan Permukiman Timur, yang ia anggap sebagai sisa-sisa Permukiman Barat.[8] Pada akhir tahun, ia bertolak ke utara dan membantu mendirikan stasiun perburuan paus di Pulau Nipisat. Pada tahun 1724 ia membaptis sejumlah kanak-kanak, dua di antaranya akan pergi ke Denmark dan di sana menginspirasi Nikolaus Ludwig von Zinzendorf untuk memulai misi Moravia.
Pada tahun 1728, ekspedisi kerajaan di bawah pimpinan Mayor Claus Paarss tiba dengan empat kapal perbekalan dan memindahkan koloni Kangeq ke daratan seberang, mendirikan benteng bernama Godt-Haab ("Harapan Baik"), yang kemudian menjadi Godthåb. Persediaan tambahan juga memungkinkan Egede untuk membangun kapel yang layak.[4] Wabah penyakit skorbut yang lebih parah menewaskan empat puluh warga dan membuat lokasi tersebut ditinggalkan tidak hanya oleh pendatang Denmark tetapi juga oleh penduduk asli Inuit.[8] Buku Egede, The Old Greenland's New Perlustration (bahasa Norwegia: Det gamle Grønlands nye Perlustrationcode: no is deprecated ) diterbitkan pada tahun 1729 dan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa,[3] tetapi Raja Frederik[7] telah kehilangan kesabaran dan menarik kembali garnisun militer Paarss dari Greenland pada tahun berikutnya. Egede, yang didorong oleh istrinya Gertrud, tetap tinggal bersama keluarganya dan sepuluh orang pelaut.
Pada tahun 1733, sebuah kapal perbekalan membawa tiga misionaris dan kabar bahwa raja telah memberikan 2.000 rixdollar setahun untuk mendirikan perusahaan baru bagi koloni di bawah pimpinan Jacob Severin.[9] Kaum Moravia (dengan pemimpinnya Christian David) diizinkan untuk mendirikan sebuah stasiun di Neu-Herrnhut (yang menjadi cikal bakal Nuuk modern, ibu kota Greenland) dan seiring waktu serangkaian misi berlangsung di sepanjang pantai barat pulau itu.[10] Kapal itu juga membawa pulang salah satu anak yang telah dikonversi oleh Egede yang sedang sakit cacar.[8] Di tahun berikutnya, wabah tersebut merebak di antara suku Inuit dan pada tahun 1735 merenggut nyawa Gertrud Egede. Hans membawa jenazahnya kembali ke Denmark untuk dimakamkan pada tahun berikutnya, meninggalkan putranya Poul untuk melanjutkan pekerjaannya. Di Kopenhagen, ia diangkat menjadi Kepala Seminari Misi Greenland (bahasa Latin: Seminarium Groenlandicumcode: la is deprecated ) dan pada tahun 1741 ditunjuk menjadi Uskup Greenland. Katekismus untuk digunakan di Greenland selesai disusun pada tahun 1747. Ia meninggal pada tanggal 5 November 1758 pada usia 72 tahun di Stubbekøbing di Pulau Falster, Denmark.[11]
Warisan
Egede memegang warisan sebagai "santo" nasional Greenland. Kota Egedesminde (secara harfiah "Kenangan Egede") dinamai dari namanya. Kota ini didirikan oleh putra kedua Hans, Niels, pada tahun 1759 di Semenanjung Eqalussuit. Kota ini dipindahkan ke Pulau Aasiaat pada tahun 1763, yang sebelumnya merupakan lokasi pemukiman Inuit pra-Viking. Cucunya dan yang bernama sama, Hans Egede Saabye, juga menjadi misionaris ke Greenland dan menerbitkan buku harian terkenal tentang masa tinggalnya di sana.
Perhimpunan Geografi Kerajaan Denmark menerbitkan Medali Egede untuk menghormatinya pada tahun 1916. Medali ini terbuat dari perak dan diberikan kepada mereka yang berjasa dalam hal penelitian geografi negara-negara Arktik.
Sebuah kawah di bulan dinamai menurut namanya: kawah Egede di tepi selatan Mare Frigoris (Laut Dingin). Novel fiksi sejarah The Prophets of Eternal Fjord mengisahkan tentang seorang misionaris imam di bawah bimbingan Egede yang berangkat ke Greenland untuk mengonversi orang-orang pribumi ke agama Kristen.
Patung Hans Egede berdiri mengawasi ibu kota Greenland di Nuuk, di luar Gereja Vågan (Lofotkatedralen) di Kabelvåg dan di luar Gereja Frederik (Marmorkirken) di Kopenhagen.[2] Patung Egede di Gereja Frederik di Kopenhagen dirusak dengan tulisan "dekolonisasi" yang disemprotkan di dasarnya pada 20 Juni 2020, dalam unjuk rasa di seluruh dunia terhadap monumen tokoh kolonial. Patung Egede lainnya di Nuuk, Greenland juga dirusak sepuluh hari kemudian.[12] Dalam pemungutan suara di Nuuk, 921 orang memilih untuk mempertahankan patung tersebut sementara 600 menginginkannya dirobohkan.[13]
Hans Egede memberikan salah satu deskripsi tertua tentang naga laut, yang sekarang diduga sebagai cumi-cumi raksasa. Pada tanggal 6 Juli 1734 ia menulis bahwa kapalnya berada di lepas pantai Greenland ketika orang-orang di dalamnya "melihat makhluk yang sangat mengerikan, tidak menyerupai apa pun yang pernah mereka lihat sebelumnya. Monster itu mengangkat kepalanya begitu tinggi sehingga tampak lebih tinggi dari menara palas di tiang kapal. Kepalanya kecil dan tubuhnya pendek dan keriput. Makhluk tak dikenal itu punya sirip raksasa yang mendorongnya melalui air. Kemudian para pelaut juga melihat ekornya. Monster itu lebih panjang dari seluruh kapal kami".[14]
Galeri
- Peta Egede tahun 1722 menggambarkan wilayah sekitar "Habets Oe"
- Peta Egede tahun 1723 menyajikan Greenland
- Peta Greenland Barat karya Egede tahun 1724
- Peta tahun 1747 berdasarkan deskripsi Egede, oleh Emanuel Bowen
- Naga laut yang dilaporkan oleh Hans Egede pada 1734, kemungkinan seekor cumi-cumi raksasa
- "Naga Laut Besar" menurut Hans Egede
Referensi
- ↑ Hans Egede (Dansk biografisk Lexikon,) https://runeberg.org/dbl/4/0425.html
- 1 2 Sara Shannon. "Hans Egede, The Apostle of Greenland". James Ford Bell Library at University of Minnesota. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Maret 2016.
- 1 2 3 Hans Egede. Explorer, Colonizer (Missionary Gospel Fellowship Association Missions. Greenville, SC) "Egede, Hans (1686-1758) - Gospel Fellowship Association". Diarsipkan dari asli tanggal 20 Agustus 2008.
- 1 2 Del, Anden. "Grønland som del af den bibelske fortælling – en 1700-tals studie Diarsipkan 2012-07-15 di Wayback Machine." ["Greenland as Part of the Biblical Narrative – a Study of the 18th Century"]. (dalam bahasa Denmark)
- 1 2 3 Oswalt, Wendell H. Eskimos and Explorers. Univ. of Nebraska Press, 1999.
- ↑ Doody, Richard. The World at War: "Greenland 1721–1953".
- 1 2 Marquardt, Ole. "Change and Continuity in Denmark's Greenland Policy" in The Oldenburg Monarchy: An Underestimated Empire?. Verlag Ludwig (Kiel), 2006.
- 1 2 3 4 Mirsky, Jeannette. To the Arctic!: The Story of Northern Exploration from Earliest Times. Univ. of Chicago Press, 1998.
- ↑ Grove, G.L. "Sewerin Sewerin, Jacob, 1691–1753, Handelsmand". (dalam bahasa Denmark)
- ↑ Štěříková, Edita (2009). Jak potůček v jezeře : Moravané v obnovené Jednotě bratrské v 18. století. Praha: Kalich. ISBN 978-80-7017-112-7. OCLC 528755280.
- ↑ "Hans Poulsen Egede Diarsipkan 2011-07-20 di Wayback Machine.". The Mineralogical Record.
- ↑ BBC (16 Juli 2020). "Hans Egede: Greenland votes on colonial Danish statue". BBC.
- ↑ "The Copenhagen Post". 22 Juli 2020.
- ↑ J. Mareš, Svět tajemných zvířat, Praha, 1997
Sumber
- Bobé, Louis Hans Egede: Colonizer and Missionary of Greenland (Copenhagen: Rosenkilde and Bagger, 1952)
- Ingstad, Helge. Land under the pole star: a voyage to the Norse settlements of Greenland and the saga of the people that vanished (translated by Naomi Walford, Jonathan Cape, London: 1982)
- Garnett, Eve To Greenland's icy mountains; the story of Hans Egede, explorer, coloniser missionary (London: Heinemann. 1968)
- Barüske, Heinz Hans Egede und die Kolonisation Grönlands (Zeitschrift für Kulturaustausch, vol. 22 (1972) Nr.1)
Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Egede, Hans" . Encyclopædia Britannica. Vol. 9 (Edisi 11). Cambridge University Press.
Pranala luar
Media terkait Hans Egede (category) di Wikimedia Commons
Karya tulis oleh atau tentang Hans Egede di Wikisource- Hans Egede entry in online Norwegian history book (dalam bahasa Norwegia)
- Hans Egede on Norwegian stamp
- SS Hans Egede
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Akademik | |
| Seniman | |
| Orang | |
| Lain-lain | |
| |||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
| |||||||
| Sejarah | |||||||
| Geografi | |||||||
| Politik | |||||||
| Ekonomi | |||||||
| Masyarakat |
| ||||||