Halcyon senegalensis adalah spesies raja udang yang hidup di pepohonan dan tersebar luas di wilayah Afrikasubsahara. Burung ini memiliki suara keras dan nyaring, menyerupai bunyi gemerincing paku yang jatuh. Cekakak hutan dikenal sangat teritorial dan dapat menyerang siapa pun yang dianggap mengganggu, termasuk manusia. Penampilannya mencolok, terutama ketika ia membentangkan sayapnya dan memperlihatkan lapisan putih yang kontras. Saat mencari mangsa, burung ini biasanya berburu dari tempat bertengger yang terbuka, seperti dahan mati, atau duduk diam di area yang setengah teduh sambil mengamati pergerakan mangsanya.
Deskripsi
Burung ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 23 cm (9,1 inci). Individu dewasa memiliki punggung, panel sayap, dan ekor berwarna biru cerah. Bagian kepala, leher, serta bagian bawah tubuh berwarna putih, sedangkan bahunya tampak hitam. Saat terbang, cekakak hutan menunjukkan pola penerbangan yang cepat dan lurus. Paruhnya yang besar memiliki kombinasi warna: rahang atas merah dan rahang bawah hitam. Kaki serta tungkainya berwarna abu-abu gelap. Pada sebagian individu, kepala dapat terlihat lebih keabu-abuan, yang kadang menimbulkan kemiripan dengan cekakak bakau. Namun demikian, spesies ini dapat dibedakan dari cekakak bakau melalui beberapa ciri khusus. Terdapat penutup mata gelap yang membentuk garis melalui mata (cekakak bakau tidak memiliki garis ini), sayap bagian bawah serta bulu primer dan sekundernya berwarna hitam dengan penutup sayap bawah putih (pada cekakak bakau terdapat bercak karpal hitam pada penutup putih tersebut). Bagian dalam pangkal bulu terbang berwarna putih sehingga menghasilkan palang sayap putih yang samar, sesuatu yang tidak muncul pada cekakak bakau. Dadanya tetap berwarna putih, sementara pada cekakak bakau cenderung lebih keabu-abuan. Tidak ada perbedaan mencolok antara jantan dan betina, tetapi individu muda tampil lebih kusam dibandingkan yang dewasa dan memiliki paruh berwarna coklat.[2]
Persebaran
Cekakak hutan memiliki persebaran luas di wilayah tropis AfrikaSelatan Sahara, dan dapat ditemukan mulai dari daerah sekitar Pretoria hingga ke utara. Spesies ini umumnya menetap dalam wilayah sekitar 8° dari garis khatulistiwa, namun populasi yang berada di bagian paling utara dan selatan akan melakukan perpindahan menuju zona khatulistiwa selama musim kemarau. Burung ini merupakan penghuni umum berbagai tipe habitat berhutan yang memiliki keberadaan beberapa pohon, terutama pohon akasia termasuk area yang berdekatan dengan permukiman manusia. Meskipun tergolong “cekakak” atau raja udang, spesies ini lebih memilih lingkungan yang kering dengan hutan yang lebih konvensional dan tidak selalu berada dekat sumber air. Biasanya hidup menyendiri, tetapi kadang dapat dijumpai dalam kelompok kecil.[3]