Raja-udang pohon, yang juga disebut raja-udang kayu atau Halcyoninae, merupakan subfamili terbesar dari tiga subfamili burung dalam keluarga raja-udang, dengan sekitar 70 spesies yang terbagi ke dalam 12 genus, termasuk beberapa spesies kukabura. Subfamili ini diperkirakan berasal dari wilayah Indochina dan Asia Tenggara Maritim, lalu menyebar ke berbagai daerah di dunia. Raja-udang pohon tersebar luas di Asia dan Australasia, tetapi juga ditemukan di Afrika serta pulau-pulau di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dengan memanfaatkan beragam habitat mulai dari hutan hujan tropis hingga hutan terbuka.
Taksonomi
Subfamili raja-udang pohon sering disebut Daceloninae, nama yang diperkenalkan oleh Charles Lucien Bonaparte pada tahun 1841. Namun, nama Halcyoninae yang diperkenalkan oleh Nicholas Aylward Vigors pada tahun 1825 lebih awal dan memiliki prioritas penamaan.[1]
Subfamili Halcyoninae merupakan salah satu dari tiga subfamili dalam keluarga raja-udang (Alcedinidae). Dua subfamili lainnya adalah Alcedininae dan Cerylinae. Subfamili Halcyoninae mencakup sekitar 70 spesies yang terbagi dalam 12 genus.[2] Sebuah studi molekuler yang diterbitkan pada tahun 2017 menemukan bahwa genus Dacelo dan Actenoides dalam definisi saat ini bersifat parafiletik. Kookaburra paruh sekop dalam genus monospesifikClytoceyx sebenarnya termasuk dalam Dacelo, dan raja-udang berkilau dalam genus monospesifik Caridonax berada dalam Actenoides.[3]
↑Andersen, M.J.; McCullough, J.M.; Mauck III, W.M.; Smith, B.T.; Moyle, R.G. (2017). "A phylogeny of kingfishers reveals an Indomalayan origin and elevated rates of diversification on oceanic islands". Journal of Biogeography. 45 (2): 1–13. doi:10.1111/jbi.13139.