Green and Smart Mobility JSC (GSM; bahasa Vietnam:CTCP Di chuyển Xanh và Thông minhcode: vi is deprecated ), beroperasi dengan namaXanh SM (terj. har.'Hijau SM' atau 'Sian SM'), Green SM, atau Green GSM adalah sebuah perusahaan taksi dan perusahaan transportasi umum di Vietnam. Perusahaan ini beroperasi dalam dua bidang utama: taksi listrik dan penyewaan mobil dan sepeda motor listrik dari VinFast, dengan skala investasi 10.000 mobil dan 100.000 sepeda motor. Ini adalah perusahaan taksi listrik pertama di Vietnam.[1]
GSM didirikan oleh Phạm Nhật Vượng, ketua Vingroup Corporation, dengan modal dasar sebesar 3.000 miliar VND, di mana Phạm Nhật Vượng memegang 95% dari saham.[2] Secara resmi mulai beroperasi di Hanoi pada 14 April 2023.[1]
Warna utama GSM adalah cyan.[3][4] Perusahaan telah meluncurkan operasinya di Laos, menjadi pasar pertama di luar Vietnam.[5] Di Indonesia, GSM dijalankan oleh anak perusahaannya, PT Xanh SM Green And Smart Mobility.
Pada tanggal 27 April 2026, sebuah taksi Green SM terlibat dalam kecelakaan kereta api yang fatal di Bekasi, Indonesia. Insiden tersebut dimulai sekitar pukul 20:52 WIB ketika sebuah taksi Green SM VF e34 mogok di rel pada perlintasan sebidang tanpa tanda di Jalan Ampera, Bulak Kapal, dan ditabrak oleh kereta KRL Commuterline CLI-125 (KA 5181B) tujuan Angke. Tabrakan awal ini menyebabkan gangguan pada jaringan kereta api, memaksa kereta KRL Commuterline Tokyo Metro 6000 (PLB 5568A) tujuan Cikarang untuk memperpanjang pemberhentiannya di Stasiun Bekasi Timur.[6]
Pada pukul 20:52 WIB, Argo Bromo Anggrek (KAI 4), yang ditarik oleh lokomotif CC206 dan berjalan di jalur yang sama dari belakang, menabrak bagian belakang PLB 5568A yang sedang berhenti. Dampak kecepatan tinggi tersebut menyebabkan KAI 4 menghancurkan gerbong khusus wanita paling belakang PLB 5568A milik KRL. Tabrakan tersebut mengakibatkan 16 orang tewas dan puluhan luka-luka, dengan korban dievakuasi ke berbagai rumah sakit setempat.[7][8]