ENSIKLOPEDIA
Sepeda motor listrik

Sepeda motor listrik adalah kendaraan bermotor listrik roda dua berbasis baterai sebagai kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik dan mendapat pasokan tenaga listrik dari baterai, baik secara langsung di kendaraan maupun dari luar.[1] Kendaraan ini merupakan bagian dari pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang didorong pemerintah untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mendukung transformasi industri otomotif nasional.[2][3] Oleh karena itu, elektrifikasi kendaraan roda dua dipandang sebagai salah satu pendekatan utama dalam upaya penurunan emisi sektor transportasi.[4][5]

Teknologi dan sumber tenaga
Sepeda motor listrik menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama dan baterai sebagai sumber energi. Energi listrik disimpan dalam baterai, umumnya berbasis lithium-ion, dan dikendalikan melalui sistem elektronik. Pengisian energi dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu pengisian langsung dari jaringan listrik dan penukaran baterai. Sistem penukaran baterai memungkinkan penggantian baterai secara cepat untuk mengurangi waktu tunggu. Pengembangan sistem ini memerlukan standardisasi baterai agar dapat digunakan lintas produsen. Tanpa standardisasi, interoperabilitas antara kendaraan dan infrastruktur menjadi terbatas.[2]
Di Indonesia, aspek teknis dan keselamatan kendaraan diatur melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 44 Tahun 2020 dan Nomor 45 Tahun 2020.[6][7]
Pengisian daya dan infrastruktur
Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik mencakup stasiun pengisian dan penukaran baterai. Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa jumlah fasilitas ini terus meningkat seiring pertumbuhan kendaraan listrik.[8][9]
Kajian Asian Development Bank menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur sepeda motor listrik memiliki karakteristik berbeda dibanding kendaraan roda empat, terutama karena pola penggunaan yang lebih intensif. Sistem penukaran baterai menjadi salah satu pendekatan utama, meskipun membutuhkan standardisasi teknis untuk mendukung interoperabilitas.[2]
Jenis

Sepeda motor listrik di Indonesia dapat dibedakan menjadi beberapa kategori:
- Sepeda motor listrik baru, yaitu kendaraan yang diproduksi langsung sebagai kendaraan listrik.
- Sepeda motor konversi, yaitu kendaraan berbahan bakar minyak yang diubah menjadi kendaraan listrik.[10]
- Kendaraan listrik ringan, seperti skuter listrik dan sepeda listrik, yang diatur secara terpisah.[11]
Perbedaan ini berkaitan dengan regulasi, penggunaan, dan standar keselamatan.
Industri dan adopsi pasar
Industri sepeda motor listrik di Indonesia berkembang seiring dengan kebijakan peningkatan kandungan lokal dan penguatan rantai pasok domestik. Pemerintah menetapkan persyaratan tingkat komponen dalam negeri sebagai bagian dari skema insentif.[12]
Produksi motor listrik roda dua di Indonesia didominasi oleh perusahaan domestik seperti Gesits, Viar, dan Selis, yang secara kolektif memegang 65%–70% pangsa pasar. Hadirnya pemain lokal lain, seperti Volta, Alva, dan Charged, juga meramaikan jenis model motor listrik yang dipasarkan di Indonesia.[13] AISMOLI mencatat ada 68 perusahaan motor listrik roda dua dari total 82 perusahaan dan memperkirakan kapasitas produksi 2,5 juta unit per tahun untuk memenuhi peta jalan elektrifikasi kendaraan roda dua.[8]
Laporan industri menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi sebagai basis produksi kendaraan roda dua listrik di kawasan Asia Tenggara. Pengembangan industri mencakup produksi kendaraan, komponen, serta ekosistem pendukung seperti baterai dan sistem pengisian.[14]
Data adopsi sepeda motor listrik di Indonesia menunjukkan variasi tergantung pada definisi dan sumber pelaporan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan bahwa per Oktober 2025 terdapat sekitar 236 ribu unit sepeda motor listrik di Indonesia, tetapi tetap masih di bawah 1% dibanding total populasi sepeda motor nasional.[9]
Persepsi publik dan hambatan adopsi

Penelitian menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap sepeda motor listrik dipengaruhi oleh harga awal kendaraan, jarak tempuh, dan ketersediaan infrastruktur.[15][16]
Keterbatasan infrastruktur dan persepsi terhadap daya tahan baterai menjadi hambatan utama. Insentif pemerintah berperan dalam meningkatkan minat, tetapi belum sepenuhnya mengatasi hambatan tersebut.[17]
Meskipun progres tercatat positif, pengembangan motor listrik di Indonesia menghadapi tantangan teknis dan keuangan yang spesifik. Di sektor keuangan, terdapat masalah pada "Aset Tertimbang Menurut Risiko" (ATMR) yang membuat lembaga perbankan (Himbara) cenderung lebih berhati-hati dalam memberikan kredit untuk kendaraan listrik dibandingkan kendaraan konvensional.[13]
Aspek lingkungan
Secara lingkungan, peralihan ke motor listrik memiliki potensi mitigasi emisi yang sangat besar. Sektor transportasi menyumbang sekitar 27% dari total emisi gas rumah kaca di Indonesia. Studi kasus di Provinsi Bali menunjukkan urgensi ini secara nyata. Emisi transportasi di Bali mencapai 4.000 Gg CO2e, di mana motor listrik ditargetkan untuk menggantikan dominasi kendaraan roda dua yang mencakup 87% dari total populasi kendaraan di pulau tersebut.[13]
Untuk wilayah perkotaan, peta jalan elektrifikasi sepeda motor di Jabodetabek menyebut bahwa implementasi penuh strategi tersebut diperkirakan dapat menurunkan emisi hingga sekitar 58% atau lebih dari 2 juta ton CO2 per tahun, dengan rasio manfaat-biaya sekitar 1,3. Temuan itu menunjukkan bahwa kebijakan pada segmen roda dua dipandang layak secara ekonomi dan relevan untuk penurunan emisi di area padat.[18] Namun, manfaat lingkungan bergantung pada bauran energi, produksi baterai, dan pola penggunaan kendaraan.[3]
Sejarah




Garis waktu
* Akhir 1860: Referensi pertama tentang sepeda motor listrik dipatenkan.
- 1911: Menurut Popular Mechanics article sepeda motor listrik telah tersedia.[19]
- 1920: Perusahaan Ransomes, pembuat forklift, meneliti penggunaan motor bertenaga listrik.[20]
- 1941: Krisis bahan bakar di Eropa mendorong perusahaan Socovel dari Austrian membuat sepeda motor listrik kecil. Saat itu kendaraan yang dibuat berjumlah sekitar 400 buah.[21]
- 1946: Terinspirasi oleh kelangkaan BBM dari masa Perang Dunia II, Merle Williams menciptakan kendaraan listrik pertamanya. Kemudian dia mulai memproduksi kendaraan ini di garasi rumah dan bisnis ini terus bergulir hingga akhirnya menjadi Perusahaan dengan nama Marketeer.[22]
- 1967: Sepeda motor listrik bertenaga surya pertama berhasil dibuat oleh Karl Kordesch.[23]
- 1967: Sepeda motor listrik bertenaga ringan dengan nama "Papoose" dibuat oleh sebuah pabrik sepeda motor suku Indian di Springfield, Massachusetts, dibawah pengarahan Flyod Clymer.[24]
- 1973: Mike Corbin membuat sepeda motor listrik pertamanya dengan rekor kecepatan 162 km/jam.
- 1974: Corbin-Gentry Inc. memulai penjualan sepeda motor listrik secara legal.
- 1978: Harley Davidson MK2 bertenaga listrik dibuat oleh Transitron di Honolulu, Hawaii.[25]
- 1988: Eyeball Engineering membuat sepeda motor listrik KawaSHOCKi and produk ini menghiasi majalah-majalah utama saat itu.[26]
- Akhir 1990: Scott Cronk dan EMB membuat sepeda motor listrik dengan nama EMB Lectra VR24. Pelopor untuk jenis variable reluctance motors (VR) dan dijual secara resmi.[27]
- 2000: Killacycle mencatat rekor 244.62 km/jam pada Woodburn Drags 2000, OR.[28]
- 2004: Tanggal 24 August Honda membuat sebuah percontohan motor hibrida 50cc yang diberi nama Honda Numo. Percontohan ini membawa Honda selangkah lebih dekat kepada jenis sepeda motor hibrida yang dapat diproduksi secara massal.[29]
- 2006: Titik balik penting dalam perkembangan kendaraan listrik dengan diangkatnya sebuah skandal otomotif dunia ke layar lebar: "Who Killed The Electric Car".[30]
- 2007: Sebuah tonggak bersejarah bagi negara Indonesia, Komunitas Kendaraan Listrik telah terbentuk, mendahului komunitas serupa di negara-negara tetangga kita.[31]
- 2007: Melalui Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nurachman, dan Kabag Registrasi dan Identifikasi Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Giri Purwanto, Pemerintah Indonesia pertama kali mengemukakan pendapat kepada media mengenai keberadaan kendaraan listrik.[32]
- 2007: Killacycle membuat sebuah sepeda motor listrik bertenaga Li-Ion dan dengan kecepatan 250.7 km/jam di Phoenix, AZ pada AHDRA 2007.[33]
- 2008: Sebagai komponen utama dari kendaraan listrik, maka prototype Super Charge Ion Battery (SCiB) dari Toshiba merupakan terobosan yang luar biasa. Baterai ini memiliki kemampuan isi ulang di bawah 5 menit serta memiliki umur pakai sampai 10 tahun! [34]
- 2008: Sepeda motor listrik TTX01 muncul di Birmingham International Motor Show dengan kemampuan mencapai 60 mph hanya dalam waktu 3.5 detik.[35]
- 2010: Kendaraan Listrik memecahkan rekor baru, yaitu untuk pertama kalinya kendaraan ini berhasil menempuh 624 mil hanya dengan satu kali charging/isi baterai.[36]
- 2008: Dr. Surajit Sengupta mengemukakan teknologi Superlattice yang memungkinkan baterai memiliki kapasitas dua kali lipat.[37]
- 2010: Setelah tiga tahun di Indonesia, akhirnya pemerintah membuka mata atas kontribusi kendaraan listrik. Melalui Kepala Sub Direktorat Sarana Angkutan Jalan Direktorat LLAJ Kementrian Perhubungan, Ir M Tansil, mengusulkan sepeda listrik sebagai pengganti kendaraan roda dua atau motor.[38]
- 2011: Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyatakan PLN mencari satu pulau yang bisa dijadikan tempat uji coba kendaraan listrik tersebut. Jadi, satu pulau 100 persen memakai kendaraan listrik.[39]
- January 2012: BioBemo, proyek dari rakyat untuk rakyat mengubah Bemo yang berpolusi menjadi nihil polusi pertama di Indonesia.[40]
- January 2012: Diluncurkan film yang merupakan sequel dari "Who Killed The Electric Car" pada tahun 2012 [41]
- 1 April 2012: Pemerintah Indonesia pemerintah kucurkan 100 miliar rupiah untuk riset kendaraan listrik.[42]
- Juli 2012: PLN akan menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik di Jakarta & Bandung.[43]
- Juli 2012: PLN akan merilis 1000 sepeda motor listrik lokal.[44]
- September 2012: Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan sebentar lagi akan mengeluarkan paket insentif kepada kendaraan low cost and green car (LCGC) dan emisi karbon rendah untuk Indonesia. Selain kendaraan murah ramah lingkungan, mobil listrik, hybrid, ada juga kendaraan berbahan bakar biofuel yang akan dapat insentif.[45]
- Oktober 2012: Miroslav Krstic dan Scott Moura menemukan algoritma baru untuk baterai Lithium-Ion sehingga ukuran baterai bisa dipangkas menjadi 25% dan lama pengisian menjadi 50% lebih cepat.[46]
- 20 Mei 2013: Bus listrik Indonesia pertama dioperasikan di kota Yogya.[47]
- 10 Jun 2013: Pemerintah tegaskan kendaraan listrik bebas pajak.[48]
- 12 Jun 2013: Zbee Swedia resmi mengoperasikan pabrik kendaraan listrik pertamanya di Indonesia dengan nama PT Lundin Industry, yang terletak di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, dan target produksi minimal 100.000 unit per tahun.[49][50]
- Oktober 2013: Indonesia selaku tuan rumah APEC 2013 memutuskan akan mensterilkan wilayah Nusa Dua dari kendaraan BBM dan mengganti seluruh transportasi dengan kendaraan listrik.[51]
Di Indonesia
Secara sosial dan ekonomi, lahirnya agenda motor listrik tidak bisa dilepaskan dari besarnya ketergantungan masyarakat pada sepeda motor. ITDP menunjukkan bahwa penggunaan sepeda motor di Jabodetabek naik tajam bila dibandingkan dengan data perjalanan 2004. Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa sejak 2015 layanan ride-hailing berbasis aplikasi memperluas pemakaian sepeda motor untuk angkutan penumpang, makanan, dan barang.[18] Elektrifikasi kendaraan roda dua kemudian berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap polusi udara, ketahanan energi, dan efisiensi transportasi.[4]
Di luar kota besar, perkembangan yang tidak biasa terlihat di Agats, Kabupaten Asmat. Sekitar 90% penduduk di distrik ini mengandalkan sepeda motor listrik karena kondisi geografis pasang surut dan jalan yang tidak memadai membuat kendaraan fosil tradisional tidak praktis.[52] Hal ini menunjukkan bahwa di wilayah tertentu, motor listrik bukan sekadar teknologi baru, tetapi solusi yang sudah berjalan.
Kerangka kebijakan nasional dimulai dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program KLBB untuk transportasi jalan.[1] Kebijakan tersebut kemudian diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik, termasuk skema insentif dan arah kebijakan industri, termasuk target tingkat komponen dalam negeri untuk kendaraan roda dua dan roda tiga: minimum 40% sampai 2026, 60% untuk 2027–2029, dan 80% mulai 2030.[53]
Selain kebijakan nasional, sejumlah studi menunjukkan penerapan sepeda motor listrik dalam proyek percontohan di wilayah tertentu, termasuk daerah dengan keterbatasan akses bahan bakar.[54]
Kebijakan dan regulasi
Kebijakan sepeda motor listrik di Indonesia diatur melalui berbagai regulasi:
- Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.[16]
- Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023.[53]
- Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2023 dan Nomor 21 Tahun 2023.[12]
- Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2023.[55]
- Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 44[6] dan 45[7] Tahun 2020.
Regulasi tersebut mencakup pengembangan industri, insentif pembelian, program konversi, dan standar keselamatan.
Pranala luar
- Komunitas Sepeda Motor Listrik Indonesia Diarsipkan 2008-01-15 di Wayback Machine.
- Scooter Magazine of The Future
- eCycle.com Diarsipkan 2015-05-01 di Wayback Machine.
- ElectricMotorCycles.net Diarsipkan 2007-08-12 di Wayback Machine.
- TreeHugger.com - Transportation Diarsipkan 2007-08-26 di Wayback Machine.
Catatan kaki
- 1 2 Indonesia, Pemerintah Pusat (Agustus 2019). "Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 55 Tahun 2019: Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan". Database Peraturan. Diakses tanggal 11 Mei 2026.
- 1 2 3 ASIAN DEVELOPMENT BANK (Oktober 2022). Electric Motorcycle Charging Infrastructure Road Map for Indonesia (PDF). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 IESR (2023). Indonesia Electric Vehicle Outlook 2023. https://iesr.or.id/wp-content/uploads/2023/02/Indonesia-Electric-Vehicle-Outlook-2023.pdf
- 1 2 Asian Transport Observatory (September 2023). Indonesia E-mobility Country Profile (PDF). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Adhiguna, Putra (Januari 2023). Electrifying Indonesia’s Road Transport. Institute for Energy Economics and Financial Analysis. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Minister of Transportation (2022). "Minister of Transportation Regulation Number 44 of 2020: Physical Type Testing of Motor Vehicles with Drive Motors Using Electric Motors". Database Peraturan. Diakses tanggal 4 Mei 2026.
- 1 2 Minister of Transportation (2020). "Minister of Transportation Regulation Number 45 of 2020: Certain Vehicles Using Electric Motor Drive". Database Peraturan. Diakses tanggal 4 Mei 2026.
- 1 2 Kho, Peter (13 Februari 2026). "Focus Group Discussion: Menjawab Tantangan Penguatan Ekosistem KBLBB di Indonesia melalui Skema Pembiayaan Inovatif" (PDF). AISMOLI.
- 1 2 "Dorong Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik, Kementerian ESDM Atur Pemerataan SPKLU". Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. 11 November 2025. Diakses tanggal 7 Mei 2026.
- ↑ Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Maret 2023). "Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 3 Tahun 2023: Pedoman Umum Bantuan Pemerintah Dalam Program Konversi Sepeda Motor Dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai". Database Peraturan. Diakses tanggal 5 Mei 2026.
- ↑ Peraturan Menteri Perhubungan (Juni 2020). "Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020: Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik". Database Peraturan. Diakses tanggal 5 Mei 2026.
- 1 2 Peraturan Menteri Perindustrian (2023). "Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2023: Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Dua". Database Peraturan. Diakses tanggal 7 Mei 2026.
- 1 2 3 GGGI. Piloting Electric Vehicle Systems and Developing a Green Transportation Investment Roadmap for Bali, Indonesia: Market and Policy Assessment of Investment Needs, Barriers, and Opportunities (PDF). Seoul: Global Green Growth Institute. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Boston Consulting Group; AEML (November 2022). ELECTRIFYING INDONESIA’S TWO-WHEELER INDUSTRY (PDF). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Murtiningrum, Angela Dianita; Darmawan, Agus; Wong, Hartanto (2022-12-15). "The adoption of electric motorcycles: A survey of public perception in Indonesia". Journal of Cleaner Production. 379: 134737. doi:10.1016/j.jclepro.2022.134737. ISSN 0959-6526.
- 1 2 Aqmarina, Syafira Nurin; Nurcahyo, Rahmat; Sumaedi, Sik (2024-05-28). "Accelerating Electric Motorcycle Adoption: Comparison Between Users and Non-Users Perspectives In Jakarta, Indonesia". TEM Journal (dalam bahasa Inggris): 1633–1644. doi:10.18421/TEM132-76. ISSN 2217-8333.
- ↑ ITDP (Desember 2023). Meningkatkan Keselamatan Jalan Melalui Adopsi dan Regulasi Kendaraan Listrik Roda Dua (PDF). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 ITDP (30/06/2021). Road Map and Timetable of Two-Wheeler Electrification in Greater Jakarta Report of Broader Motorcycle Landscape in Greater Jakarta (PDF). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ http://electricmotorcycles.net/modules/wordpress/?p=48[pranala nonaktif permanen]
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-12. Diakses tanggal 2007-08-24.
- ↑ http://www.econogics.com/ev/evhists.htm
- ↑ "kendaraan listrik pertama". Diarsipkan dari asli tanggal 2004-02-25. Diakses tanggal 2007-08-24.
- ↑ Sepeda Motor Listrik tenaga surya pertama
- ↑ "Papoose". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-07-04. Diakses tanggal 2007-08-24.
- ↑ Davidson bertenaga listrik[pranala nonaktif permanen]
- ↑ http://www.nedra.com/hotbike.html
- ↑ http://www.electricmotorbike.org/
- ↑ Rekor Killacycle
- ↑ Honda Numo di world.honda.com
- ↑ Who Killed The Electric Car - film tentang skandal dalam dunia otomotif
- ↑ "Komunitas Kendaraan Listrik Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-07-06. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Pendapat Pemerintah mengenai kendaraan listrik". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-02. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ Killacycle baru dengan tenaga Li-Ion
- ↑ "Baterai SCiB dari Toshiba". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Sepeda motor listrik TTX01". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-09. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Rekor baru jarak tempuh terjauh". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-03. Diakses tanggal 2012-10-23.
- ↑ "Teknologi Superlattice". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-09. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Pemerintah mengusulkan sepeda listrik sebagai pengganti kendaraan roda dua". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-08. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "PLN uji coba satu pulau 100 persen memakai kendaraan listrik". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-31. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Proyek bemo tanpa polusi"". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-25. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ Sequel dari film "Who Killed The Electric Car"
- ↑ "Seratus miliar untuk riset kendaraan listrik". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-09. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Charging Station di Jakarta & Bandung". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Sepeda motor listrik lokal". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-07-06. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Insentif untuk kendaraan ramah lingkungan di Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-08. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Algoritme Lithium-Ion Baru". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-09. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Bus listrik Indonesia pertama". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-25. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Pemerintah hapus pajak kendaraan listrik". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 2013-07-12.
- ↑ "Zbee membuka pabrik kendaraan listrik di Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-09-07. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ "Spesifikasi Zbee". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-09-24. Diakses tanggal 2013-07-12.
- ↑ "APEC 2013 100% pakai kendaraan listrik". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-06. Diakses tanggal 2013-06-07.
- ↑ Awirya, Agni Alam; Sembiring, Daniel Pranata; Kreuta, Balthazar; Anita (2023-12-01). "The potential development of electric motorcycles in remote areas case study: Agats District, Asmat Regency, Indonesia". Cleaner Engineering and Technology. 17: 100690. doi:10.1016/j.clet.2023.100690. ISSN 2666-7908.
- 1 2 Pemerintah Pusat Indonesia (2023). "Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 79 Tahun 2023: Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Listrik". Database Peraturan. Diakses tanggal 10 Mei 2026.
- ↑ Yuniaristanto; Hafidza, Lsa Aldira; Sutopo, Wahyudi; Hisjam, Muhammad (2022-12-01). "Evaluation of Driving Comparative Life Cycle Cost Assessment of Conventional and Electric Motorcycles in Indonesia: Monte Carlo Analysis". Jurnal Optimasi Sistem Industri (dalam bahasa Inggris). 21 (2): 55–65. doi:10.25077/josi.v21.n2.p55-65.2022. ISSN 2442-8795.
- ↑ Peraturan Menteri Energi (2023). "Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 3 Tahun 2023: Pedoman Umum Bantuan Pemerintah Dalam Program Konversi Sepeda Motor Dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai". Database Peraturan. Diakses tanggal 10 Mei 2026.
Artikel bertopik transportasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |