Interopabilitas adalah kemampuan sistem teknologi informasi yang berbeda untuk saling bertukar data secara efisien dan tanpa batasan. Interoperabilitas berasal dari kata "inter" yang berarti "antara", "operate" yang berarti "beroperasi", dan "ability" yang berarti "kemampuan".[1]
Interopabilitas dalam sejarahnya merujuk pada beberapa konteks, konteks yang paling sering digunakan untuk memahami istilah ini adalah konteks teknologi seperti jaringan internet, rantai blok, media sosial. Lalu dalam konteks lain, interopabilitas juga erat kaitannya dengan kebahasaan, keilmuan, politik, psikologi, bahkan biologi.[2]
Konteks pada Rantai Blok (Blockchain)
Interoperabilitas pada Rantai Blok (Blockchain) adalah kemampuan berbagai jaringan blockchain untuk saling berkomunikasi, berbagi data, dan bekerja sama tanpa memerlukan perantara. Dengan teknologi blockchain ini, aset digital atau informasi dari satu blockchain dapat ditransfer dan digunakan di blockchain lainnya.[butuh rujukan] Dalam sejarahnya, blockchain dibentuk oleh satu ekosistem tunggal yang bernama bitcoin. Lalu, seiring perkembangan dan adopsinya di dunia digital untuk transaksi, banyak ekosistem-ekosistem lain di luar bitcoin dibangun untuk menyediakan keinginan pasar. Hasilnya, Ethereum berhasil diciptakan sebagai ekosistem baru yang menaungi dan mendukung interopabilitas antar blok, yang beroperasi di layer1 dan layer2 jaringan internet.[3]