Duiker jentink[3] (Cephalophus jentinki), atau yang juga dikenal sebagai gidi-gidi dalam bahasa Krio dan kaikulowulei dalam bahasa Mende, adalah sebuah spesies duiker hutan yang ditemukan di bagian selatan Liberia, barat daya Pantai Gading, dan beberapa enklave terpencil di Sierra Leone. Spesies ini dinamai untuk menghormati Fredericus Anna Jentink.
Duiker jentink memiliki tinggi 80cm (31in) di pundak dan berbobot sekitar 70kg (150pon), menjadikannya sebagai spesies duiker terbesar. Bulu mereka kelabu dari pundak ke belakang, dan hitam dari pundak ke depannya.[4] Duiker jentink memiliki garis putih yang memanjang di sepanjang pundaknya di antara kedua warna bulunya, serta menyatu dengan warna putih perutnya. Spesies ini memiliki tanduk yang panjang tipis, yang sedikit melengkuk ke belakang di ujungnya. Panjang tanduknya dapat mencapai antara 14 dan 21cm (5,5 dan 8,3in).
Duiker jentink sebagain besar hidup di hutan hujan yang sangat lebat, tempat mereka memakan buah-buahan, bunga dan dedaunan yang jatuh dari kanopi, begitu juga ranting, biji-bijian, akar, dan juga mangga, biji kakao dan kacang palem, yang mengganggu petani lokal. Spesies ini merupakan hewan nokturnal yang berteduh di siang hari di sesemakan lebat, tampaknya secara berpasangan. Hewan ini terlapor merupakan hewan teritorial, dan bila ditakuti, akan melarikan diri dengan cepat. Namun, mereka cepat letih.