Dibatag[3] (Ammodorcasclarkei), atau gazel clark, adalah sebuah spesies antelop berukuran sedang dari Ethiopia dan Somalia. Meski bukan gazel sejati, hewan ini mempunyai corak yang serupa, dengan kaki dan leher yang panjang. Biasanya spesies ini dikelirukan dengan gerenuk kerana rupanya yang hampir serupa. Panjangnya umumnya berkisar antara 103 hingga 117cm (41 hingga 46in), serta memiliki tinggi sekitar 80 hingga 90cm (31 hingga 35in). Berat dibatag jantan berkisar antara 20 dan 35kg (44 dan 77pon), sementara betina mempunyai berat antara 22 dan 29kg (49 dan 64pon). Tanduknya yang melengkung hanya pada jantan, dan memiliki panjang sekitar 10 dan 25cm (3,9 dan 9,8in). Bagian atasnya berwarna kelabu hingga cokelat kekuningan, sementara bagian dorsal dan lateralnya berwarna cokelat kemerahan. Bagian bawah, pinggul dan bagian dalam kaki seluruhnya putih. Meski terdapat corak pada muka, tidak terdapat corak pada pinggul maupun perutnya.
Dibatag merupakan hewa yang peka dan sulit diamati. Kulitnya yang berwarna kelabu membantunya menyamar yang baik, sehingga menjadikan dibatag sebagai salah satu jenis antelop yang paling sulit diburu. Dibatag adalah hewan diurnal dan bergerak dalam kawanan kecil. Baik jantan maupun betina mencapai kematangan seksual pada 12 hingga 18 bulan. Spesies ini bersifat poligini. Selepas masa gestasi 6 hingga 7 bulan, seekor anak dilahirkan. Kelahiran biasanya terjadi pada September hingga November. Masa hidup rata-ratanya adalah 10 sampai 12 tahun. Dibatag dapat sementara menandakan kawasannyamenggunakan kelenjar preorbital, urin atau feses. Diabatag merupakan hewan herbivor dan biasanya memakan dedaunan, pucuk muda dan belukar. Hewan ini telah beradaptasi untuk habitat semi kering, dengan kemampuan untuk bertahan tanpa atau dengan sedikit air.
Beberapa faktor termasuk petempatan manusia, degradasi habitat, peningkatan peternakan hewan, ketidakstabilan politik dan konflik militer di daerah persebarannya, serta kurangnya tindakan konservasi pada dua sampai tiga dekade di akhir abad ke-20 telah menyebabkan penurunan populasi hingga beberapa ribu ekor. Populasi yang signifikan masih hadir di selatan Ogaden (Ethiopia). Dibatag terdaftar oleh IUCN sebagai "Spesies Rentan".