Setelah serangan tersebut, Angkatan Darat Kekaisaran Jepang mengadakan pembersihan masif di provinsi-provinsi pesisir timur China, dalam sebuah operasi yang sekarang dikenal sebagai Kampanye Zhejiang-Jiangxi, mencari pasukan angkatan darat Amerika Serikat yang masih bertahan.
Setelah perang
Anggota serangan yang masih hidup setelah Perang Dunia II mengadakan reuni tahunan dalam setiap tahun dari akhir 1940an sampai 2013. Puncak dari setiap reuni adalah upacara khidmat dan tertutup dimana anggota serangan melakukan absensi nama, dan kemudian bersulang untuk sesama anggota mereka yang meninggal pada tahun sebelumnya.
Reunian mereka juga menyebabkan terbentuknya organisasi Children of the Doolittle Raid yang terdiri dari anak dan cucu anggota Serangan Doolittle pada 18 April 2006, dimana deklarasi pembentukan organisasi dihadiri oleh putra-putri anggota Serangan Doolittle dan juga beberapa veteran perang yang mengikuti misi ini. Keturunan Doolittle Raiders menyelenggarakan penggalangan dana untuk dana beasiswa dan terus menyelenggarakan reuni Doolittle Raiders. Mereka mengadakan reunian pada 2019 saat upacara kematian veteran terakhir Letnan Kolonel (Purn.) Richard E. Cole.[4]
Rekonstruksi Serangan Doolittle
Dalam rangka memeringati 50 tahun Perang Dunia II sebagai bagian dari acara peringatan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, pada 21 April 1992, dua pesawat North American B-25 Mitchell, Heavenly Body dan In The Mood diangkat ke kapal induk USS Ranger. Pesawat-pesawat pengebom tersebut berpartisipasi dalam rekonstruksi peringatan Serangan Doolittle di Tokyo, lepas landas dari dek penerbangan Ranger di hadapan lebih dari 1.500 tamu.[5] Peluncuran tersebut berlangsung di lepas pantai San Diego.[6] Empat pesawat B-25 disetujui oleh Angkatan Laut AS untuk rekonstruksi tersebut, dan dua di antaranya terpilih. Dua peserta lainnya adalah B-25J Executive Sweet dan B-25J Pacific Princess. Setelah peluncuran, delapan pesawat B-25 terbang menyusuri pantai di mana Jenderal Doolittle dan putranya, John P. Doolittle, menyaksikan setiap pesawat B-25 melakukan penerbangan rendah, menjatuhkan 250 bunga anyelir merah, putih, dan biru ke ombak, mengakhiri acara tersebut.
Congressional Gold Medal
Pada 19 Mei 2014, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengeluarkan resolusi DPR H.R. 1209 untuk memberi penghormatan kepada seluruh personil Amerika Serikat yang ikut serta dalam Serangan Doolittle, baik yang gugur, meninggal setelah perang ataupun masih hidup, dengan pemberian Congressional Gold Medal atas "kepahlawanan, keberanian, keterampilan, dan pengabdian yang luar biasa kepada Amerika Serikat dalam melakukan pengeboman Tokyo".[7][8] Upacara penghargaan berlangsung di Gedung Capitol pada tanggal 15 April 2015, dengan Letnan Jenderal Angkatan Udara purnawirawan John Hudson, Direktur Museum Nasional Angkatan Udara, menerima penghargaan atas nama Doolittle Raiders.[9]
Northrop Grumman B-21 Raider
Pada September 2016, Northrop Grumman B-21 secara resmi diberi nama "Raider" sebagai bentuk penghormatan terhadap mereka yang ikut di Serangan Doolittle.[10] Letnan Kolonel (Purn.) Richard E. Cole, anggota Serangan Doolittle terakhir yang masih hidup, hadir dalam upacara penamaan tersebut.[11][12]
Culbertson, Charles. Forgotten Hero: The Story of Jack Manch, 30 Seconds Over Tokyo and the Self-Sacrifice of An American Warrior. Staunton, Virginia: Clarion Publishing, 2013. ISBN 978-1-4935-0184-7.
Doolittle, James H. and Carroll V. Glines. I Could Never Be So Lucky Again: An Autobiography. New York: Bantam Books, 1991. ISBN 0-553-58464-2.
Glines, Carroll V. The Doolittle Raid: America's Daring First Strike Against Japan. New York: Orion Books, 1988. ISBN 0-88740-347-6
———— Doolittle's Tokyo Raiders. New York: Van Nostrand Reinhold, 1981, First edition 1968. ISBN 978-0-442-02726-1.
———— Four Came Home: The Gripping Story of the Survivors of Jimmy Doolittle's Two Lost Crews . New York: Van Nostrad Reinhold, 1981, First edition 1966. ISBN 978-1-57510-007-4.
Glover, Charles E. "Jimmy Doolittle's One Moment in Time." The Palm Beach Post, 18 April 1992.
Martin, Adrian R., and Larry W. Stephenson. Operation Plum: The Ill-fated 27th Bombardment Group and the Fight For the Western Pacific. College Station, Texas: Texas A&M University Press, 2008. ISBN 1-60344-019-4.
Nelson, Craig. The First Heroes: The Extraordinary Story of the Doolittle Raid—America's First World War II Victory. London: Penguin Press, 2002. ISBN 978-0-14-200341-1.
Oxford, Edward. "Against All Odds: B-25 Bombers Strike Japan in 1942." American History Illustrated, March–April 1992.
Prange, Gordon W., Donald M. Goldstein and Katherine V. Dillon. Miracle at Midway. New York: McGraw-Hill, 1982. ISBN 0-07-050672-8.
Tillman, Barrett. Enterprise: America's Fightingest Ship and the Men Who Helped win World War II. New York: Simon and Schuster, 2012. ISBN 978-1-4391-9087-6.
Watson, Charles Hoyt. DeShazer: The Doolittle Raider Who Turned Missionary. Winona Lake, Indiana: The Light and Life Press, 1950.
Yamamoto, Masahiro. Nanking: Anatomy of an Atrocity. Westport, Connecticut: Praeger, 2000. ISBN 978-0-275-96904-2.
Pranala luar
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Doolittle Raid.