Amerika Serikat melakukan serangan udara skala kecil terhadap Tokyo pada bulan April 1942 yang berdampak moral besar. Pengeboman strategis dan pengeboman kawasan perkotaan dimulai pada tahun 1944 setelah mulai berdinasnya pesawat pengebom B-29 Superfortress, awalnya diterbangkan dari pangkalan di Cina dan selanjutnya dari Kepulauan Mariana. Serangan udara B-29 asal Mariana dimulai pada 17 November 1944 dan berlangsung hingga 15 Agustus 1945, pada hari Kapitulasi Jepang.[1] Serangan udara bersandi Operasi Meetinghouse 9-10 Maret 1945 di kemudian hari diperkirakan sebagai serangan pengeboman tunggal yang paling destruktif dalam sejarah.
↑Craven, Wesley Frank, and James Lea Cate, eds. The Army Air Forces in World War II, Volume Five, the Pacific: Matterhorn to Nagasaki June 1944 to August 1945. Chicago: University of Chicago Press, 1953, page 558.
Crane, Conrad C. (1994). The cigar that brought the fire wind: Curtis LeMay and the strategic bombing of Japan. JGSDF-U.S. Army Military History Exchange. ASIN B0006PGEIQ.
Shannon, Donald H. (1976). United States air strategy and doctrine as employed in the strategic bombing of Japan. U.S. Air University, Air War College. ASIN B0006WCQ86.
Barrell, Tony (1997). "Tokyo's Burning". ABC Online. Australian Broadcasting Corporation. Diarsipkan dari asli tanggal 1997-08-03. Diakses tanggal 2006-11-03.; - Transcript of a radio documentary/commentary on the Tokyo firebombing with excerpts from interviews with participants and witnesses.