Penyebab
Penyebab dispepsia secara umum dibagi ke dalam dua kategori utama, yaitu dispepsia organik dan dispepsia fungsional. Sebagian besar penderita dispepsia tidak memiliki penyakit yang dapat diidentifikasi secara jelas sebagai penyebab keluhan, sehingga termasuk dalam dispepsia fungsional.[3] Pasien dengan keluhan nyeri ulu hati yang dominan atau rasa tidak nyaman yang belum menjalani pemeriksaan apa pun didefinisikan sebagai mengalami dispepsia yang tidak diinvestigasi. Pada penderita dispepsia yang diperiksa, terdapat 5 penyebab utama yaitu refluks gastroesofageal (dengan atau tanpa esofagitis), obat-obatan, dispepsia fungsional, penyakit tukak lambung kronik, dan keganasan. Penyebab yang kurang mungkin termasuk penyakit saluran pankreas atau hepatobilier, gangguan motilitas, penyakit infiltrasi lambung (misalnya, gastritis eosinofilik, penyakit Crohn, sarkoidosis), penyakit celiac, angina usus, pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil (SIBO), sindroma iritasi usus besar (IBS) , gangguan metabolisme (misalnya hiperkalsemia, logam berat), radikulopati diabetik, hernia, dan nyeri dinding abdomen.[4]