Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
CT scan yang menunjukkan apendisitis akut (klik ikon ► pada gambar untuk melihat tayangan slide)
Apendisitis disebabkan oleh sumbatan pada lumen umbai cacing.[3] Penyebab sumbatan paling sering adalah fecalith, yaitu tinja yang mengeras.[4] Penyebab lain sumbatan dapat berupa peradangan kelenjar getah bening akibat infeksi virus, parasit, batu empedu, dan tumor.[4] Ketika umbai cacing tersumbat, tekanan di dalamnya akan meningkat, aliran darah akan menurun, dan terjadi pertumbuhan bakteri.[4][5] Proses-proses ini menyebabkan terjadinya peradangan, yang dapat diikuti oleh kerusakan jaringan hingga kematian jaringan.[6] Bila tidak dilakukan perawatan, umbai cacing akan pecah dan mengeluarkan bakteri ke rongga perut, berpotensi menimbulkan komplikasi serius.[6][7]
Diagnosis apendisitis utamanya ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala klinis.[5] Apabila diagnosis masih belum jelas, dapat dilakukan pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan laboratorium.[8] Pemeriksaan radiologi yang umum digunakan untuk mendiagnosis apendisitis adalah ultrasonografi (USG) dan CT scan. [8] CT scan lebih akurat dalam mendeteksi apendisitis akut dibandingkan ultrasonografi.[9] Namun, ultrasonografi lebih dipilih sebagai pemeriksaan radiologi pertama pada pasien anak dan ibu hamil karena risiko akibat paparan radiasi dari CT scan.[8]
Perawatan utama apendisitis akut adalah apendektomi, yaitu pengangkatan umbai cacing yang mengalami peradangan dengan prosedur pembedahan.[4][5] Prosedur ini dapat dilakukan dengan membuat sayatan besar pada dinding perut (laparotomi) atau dengan sayatan berukuran kecil dan kamera (laparoskopi). Apendektomi merupakan perawatan esensial untuk menurunkan risiko komplikasi dan kematian akibat pecahnya umbai cacing.[2]Antibiotik dapat diberikan pada kasus apendisitis tanpa komplikasi, sebagai alternatif terhadap apendektomi,[10][11][12] tetapi sekitar 31% kasus tetap memerlukan tindakan pembedahan dalam waktu satu tahun.[13] Pada tahun 2015, terdapat sekitar 11,6 juta kasus apendisitis di seluruh dunia, diikuti sekitar 50.100 kematian akibat penyakit ini.[14][15]
↑Pieper R, Kager L, Tidefeldt U (1982). "Obstruction of appendix vermiformis causing acute appendicitis. An experimental study in the rabbit". Acta Chirurgica Scandinavica. 148 (1): 63–72. PMID7136413.