Connie Hedegaard Koksbang (lahir 15 Oktober 1960) adalah seorang politikus dan intelektual publik Denmark. Ia menjabat sebagai Komisaris Eropa untuk Aksi Iklim dalam Komisi Barroso Kedua dari 10 Februari 2010 hingga 31 Oktober 2014.[1][2]
Hedegaard merupakan anggota Partai Rakyat Konservatif (DKF) dan pernah menjadi anggota parlemen (Folketing) dari 10 Januari 1984 hingga 3 Oktober 1990, serta kembali terpilih dalam Pemilihan umum Denmark 2005. Sebelum menjadi menteri, ia bekerja sebagai jurnalis di DR, penyiar nasional Denmark.
Pendidikan dan karier awal
Connie Hedegaard memperoleh gelar MA dalam bidang Sastra dan Sejarah dari Universitas Kopenhagen. Ia menjadi anggota Partai Konservatif dan aktif di pemerintahan sejak 1984, ketika ia menjadi anggota termuda yang terpilih ke Folketing, parlemen nasional Denmark, di mana ia menjabat selama enam tahun.[4] Pada tahun 1990, ia meninggalkan politik untuk berkarier di bidang jurnalisme. Selama 14 tahun berikutnya, ia bekerja sebagai jurnalis di surat kabar Berlingske Tidende, menjadi Direktur Berita Radio DR, dan kemudian menjadi pembawa acara program berita televisi Deadline.
Karier politik
Anggota pemerintah Denmark, 2004–2010
Hedegaard kembali ke dunia politik pada tahun 2004 sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Setahun kemudian ia menjabat sebagai Menteri Kerja Sama Nordik. Setelah pemilihan umum November 2007, ia diangkat menjadi Menteri Iklim dan Energi. Pada Mei 2008, ia menyatakan bahwa “pertumbuhan ekonomi berkelanjutan adalah tujuan yang dapat dicapai... suatu hari energi dari sumber terbarukan seperti turbin angin dapat disimpan dan kendaraan dapat dijalankan sepenuhnya dengan energi berlebih.”[5]
Ia memimpin penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim PBB 2009 di Kopenhagen.[6] Sejak 2007, ia berada di balik kebijakan energi Denmark, termasuk Kebijakan Energi Denmark 2008–2011, yang menjadikan Denmark negara pertama di dunia yang berkomitmen pada pengurangan total konsumsi energi, bukan hanya emisi gas rumah kaca.
Beberapa poin utama kebijakan tersebut meliputi:
Penghematan energi: target pengurangan 2% dari tingkat konsumsi 2006 pada 2011, dan 4% pada 2020.
Energi terbarukan: peningkatan penggunaan biomassa, limbah, dan tenaga angin; subsidi besar untuk energi surya dan gelombang laut; serta pembangunan dua ladang angin lepas pantai berkapasitas 200 MW.
Pajak energi: peningkatan pajak pada emisi CO2 dan pajak baru untuk emisi NOx.
Teknologi energi: pendanaan R&D energi digandakan.
Transportasi: perpanjangan pembebasan pajak untuk kendaraan listrik dan hidrogen hingga 2012, serta target penggunaan 10% biofuel untuk transportasi darat pada 2020.
Komisaris Eropa untuk Aksi Iklim, 2010–2014
Menjabat sejak 10 Februari 2010, Hedegaard menekankan pentingnya isu perubahan iklim di abad ke-21. Ia berharap Eropa menjadi kawasan paling ramah iklim di dunia pada akhir masa jabatannya. Tugas utamanya meliputi pelaksanaan Paket Iklim dan Energi Uni Eropa dan memperjuangkan kesepakatan iklim internasional yang ambisius.[7]
Tanggung jawabnya termasuk:
Membantu Uni Eropa memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca untuk 2020 dan seterusnya;
Mengembangkan dan mengimplementasikan Skema Perdagangan Emisi Uni Eropa serta menghubungkannya dengan sistem perdagangan karbon global;
Mendorong teknologi rendah karbon dan adaptasi terhadap perubahan iklim;
Mengintegrasikan dimensi iklim ke dalam seluruh kebijakan Uni Eropa.[8]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.