Pemerintahannya memberlakukan batasan yang lebih ketat terhadap imigrasi dan pembekuan tarif pajak (skattestoppet dalam bahasa Denmark). Pajak tertentu diturunkan, tetapi mitra koalisinya di Partai Rakyat Konservatif berulang kali berpendapat untuk lebih banyak pemotongan pajak dan tarif pajak tetap tidak lebih tinggi dari 50%. Pemerintahan Rasmussen menerapkan reformasi administrasi dengan mengurangi jumlah kotamadya (kommuner) dan mengganti tiga belas kabupaten (amter) dengan lima wilayah yang disebutnya sebagai "reformasi terbesar dalam tiga puluh tahun". Ia menulis beberapa buku tentang perpajakan dan struktur pemerintahan.
Ia mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada bulan April 2009 untuk menjadi Sekretaris Jenderal NATO, sebuah aliansi militer yang sedang berkembang ke Eropa Timur. Ia secara agresif mendorong NATO ke arah baru yang jauh melampaui peran tradisional dalam membendung Uni Soviet dan mengarahkan Perang Dingin di Eropa.[8] Masa jabatannya berakhir pada 30 September 2014. Ia adalah mantan perdana menteri pertama sejak Paul-Henri Spaak dari Belgia pada tahun 1961 yang menjadi Sekretaris Jenderal NATO.
Ia menjadi konsultan swasta di panggung internasional. Ia adalah Anggota Jaringan Senior di European Leadership Network (ELN).[9]
Karier Politik
Rasmussen pertama kali menjadi anggota parlemen Denmark, Folketing, pada tahun 1978. Pada tahun 1987 sampai 1990, ia menjabat Menteri Perpajakan dan kemudian menjadi Menteri Ekonomi dan Perpajakan dalam pimpinan Poul Schlüter sampai pengunduran dirinya pada tahun 1992. Pengunduran tersebut disebabkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa ia memberikan informasi yang tidak lengkap dan tidak akurat pada Folketing. Rasmussen membantah laporan itu, tetapi akhirnya mundur setelah diancam dengan mosi tidak percaya.
Pemilu 2001
Partai Venstre (Liberal) di bawah pimpinannya berhasil memegang kekuasaan dalam pemilihan umum November 2001. Kemenangan atas pemerintahan sosial demokrat Poul Nyrup Rasmussen memberikan kekuasaan untuk membentuk Kabinat Anders Fogh Rasmussen I. Kekalahan Partai Sosial Demokrat pada 2001 menyebabkan partai itu kehilangan posisi sebagai partai terbesar di Folketing, pertama kalinya sejak tahun 1920 karena banyak suara dari pekerja berpindah ke Partai Rakyat Denmark, Dansk Folkeparti. Koalisi Venstre dan Partai Rakyat Konservatif di parlemen akhirnya membentuk pemerintahan minoritas dengan dukungan Dansk Folkeparti.
Pemilu 2005
Pada tanggal 18 Januari2005, Rasmussen memerintahkan diadakannya pemilihan umum pada 8 Februari2005. Walaupun dukungan untuk partainya berkurang dari pemilu sebelumnya, ditandai dengan hilangnya empat kursi parlemen, Venstre tetap bertahan dengan koalisinya. Kabinet Anders Fogh Rasmussen II akhirnya dibentuk pada 18 Februari.