Kehidupan Awal
Ng lahir di Jakarta pada 28 Juli 1973 dengan nama Clara Regina Juana dan menetap di Kemayoran. Ia mulai membaca sejak usia kecil. Bahkan, ada yang menyebutkan ia telah membaca terjemahan The Adventures of Tintin sewaktu TK. Ia menyenangi cerita dongeng Hans Christian Andersen Putri Salju, yang kelak memengaruhi tulisannya. Sejak usia sebelas tahun, ia telah membaca cerita bertopik dewasa karya Mira W. Ng bersekolah di SD Budi Mulia sejak 1979 sampai 1986, berlanjut ke SMP Van Lith sampai 1989. Kemudian, Ng mempelajari sendiri bagaimana menulis kreatif dan membuat karya tulis di sekolah menengah. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Bunda Hati Kudus, tamat pada 1992. Sewaktu di SMA, ia mulai tertarik dengan isu-isu sosial, seperti diskriminasi terhadap keturunan Tionghoa, LGBT, dan perempuan.
Setelah SMA, Ng pergi ke Amerika Serikat untuk kuliah di Universitas Dominican Ohio di Columbus, Ohio, tetapi ia dipindahkan ke Universitas Negeri Ohio. Ia tamat dengan meraih gelar sarjana dalam bidang komunikasi interpersonal pada 1997. Sewaktu di AS, ia membaca sejumlah buku anak; hal ini kelak berpengaruh terhadap tulisan-tulisannya Setelah lulus, ia melewatkan setahun bekerja di AS sebelum kembali ke Indonesia pada 1998. Sekembalinya ke Indonesia, ia sempat bekerja sebagai manajer sumber daya manusia di perusahaan pelayaran Hanjin selama tiga tahun. Lalu, ia memutuskan berhenti setelah dua kali kehilangan calon bayinya, pertama sewaktu mengandung tujuh bulan dan kedua sewaktu mengandung tujuh minggu[6] Setelah banyak menghabiskan waktu di rumah, ia mulai menulis.
Karier Kepenulisan
Ng merintis debut sebagai novelis melalui Tujuh Musim Setahun pada 2002, yang terjual rendah. Ia baru memperoleh pengakuan dari triologi Indiana Chronicle, yang terdiri atas Blues (2004), Lipstick (2005), dan Bridesmaid (2005). Karya tersebut diklasifikasikan sebagai sastra populer. Majalah Tempo mencatat bahwa triologi Ng mengawali genre metropop dalam sastra Indonesia. Di antara perilisan Lipstik dan Bridesmaid pada 2005, Ng merilis novel yang lain, The (Un)Reality Show.
Pada 2006, cerita pendek Ng Rahasia Bulan dimasukkan dalam kumpulan cerita pendek bertema lesbian dan gay berjudul yang sama. Antologi tersebut memuat cerpen-cerpen Alberthiene Endah, Djenar Maesa Ayu, dan Indra Herlambang. Pada tahun yang sama, ia memublikasikan dua novel: Dimsum Terakhir dan Utukki: Sayap Para Dewa. Pada tahun berikutnya, Ng memublikasikan dua novel lain, Tiga Venus dan Gerhana Kembar. Novel terakhir, yang awalnya diturunkan dalam cerita bersambung di surat kabar Kompas dan kemudian diangkat oleh Gramedia, bercerita tentang lesbian. Judulnya diangkat oleh Ng sebagai simbol homoseksualitas, berdasarkan representasi Matahari sebagai pria dan Bulan sebagai wanita. Ng merilis kumpulan cerita pendek, Malaikat Jatuh pada 2008. Antologi ini menyinggung terutama tentang kematian. Malaikat Jatuh disusul oleh novel Tea For Two pada 2009 yang dipublikasikan pertama kali sebagai cerita bersambung di Kompas.
Cerita pendek Ng "Barbie" diangkat sebagai film oleh aktor sekaligus presenter Raffi Ahmad pada 2010, dengan Yuni Shara sebagai pemeran utama. "Barbie" menceritakan tentang penyanyi klub malam dan kekasihnya, seorang penjaga keamanan klub. Film ini tayang perdana pada festival film LA Lights Indie. Pada tahun yang sama, Ng merilis dua buku lain, Dongeng Tujuh Menit dan Jampi-jampi Varaiya. Di antara cerpennya yang lain, "Mata Indah", dimasukkan dalam antologi cerpen bertema lesbian Un Soir du Paris. Penulis lain yang dimuat dalam antologi tersebut adalah Seno Gumira Ajidarma, Ucu Agustin, dan Agus Noor.
Pada 2010, Ng, Noor, dan Eka Kurniawan mendirikan komunitas Fiksimini di Facebook, berikutnya dibuka di Twitter, dalam rangka mengupas karya mereka masing-masing. Sampai tahun 2011, komunitas ini memiliki sekitar 70.000 pengikut, di antaranya adalah penulis, baik profesional maupun potensial, untuk menuangkan ide dalam batasan 140 karakter di Twitter yang dapat merangsang pembaca berpikir. Pada 1 Juli 2011, Ng memublikasikan Ramuan Drama Cinta, diikuti Dongeng Sekolah Tebing pada November, kumpulan 53 cerita tentang anak-anak yang bersekolah di sebuah tebing.
Selain menulis novel dan cerita pendek, Ng menulis buku anak, karena kegelisahan terhadap anak-anak Indonesia yang tak mendapat bacaan berlimpah. Sampai 2008, Ng telah menulis 21 buku anak dalam tiga seri: Berbagi Cerita Berbagi Cinta (dimulai sejak 2006 meliputi tujuh buku), Sejuta Warna Pelangi (dimulai sejak 2007 meliputi sembilan buku), dan Bagai Bumi Berhenti Berputar (dimulai sejak 2008 meliputi lima buku). Buku-buku dalam tiga seri tersebut akhirnya terbit menjadi kumpulan cerita anak dengan judul sama, yaitu Bagai Bumi Berhenti Berputar (2012), Sejuta Warna pelangi (2013), dan Berbagi Cerita Berbagi Cinta (2015).