Celepuk serendib (Otus thilohoffmanni) adalah spesies burung celepuk dari famili Strigidae. Namanya dalam bahasa Inggris adalah Serendib scops owl. Burung ini endemik di zona basah Sri Lanka.[1] Celepuk serendib ini menjadi burung yang paling baru ditemukan di negara tersebut. Awalnya, burung ini ditemukan oleh ahli ornitologi Sri Lanka terkemuka, Deepal Warakagoda, melalui suara khasnya yang khas "poo-ooo" di hutan hujan Kitulgala. Enam tahun kemudian, ia akhirnya melihatnya pada 23 Januari 2001 di Sinharaja, dan secara resmi dideskripsikan sebagai spesies baru dalam sains pada tahun 2004.[2] Ini adalah burung baru pertama yang ditemukan di pulau ini sejak tahun 1868. Setelah itu, terkonfirmasi bahwa spesies ini tampak sangat berbeda dari spesies lain, baik di pulau ini maupun di mana pun di Asia Selatan.[3]
Etimologi
Nama ilmiah Otus thilohoffmanni merupakan penghormatan kepada Thilo W. Hoffmann, seorang tokoh penting konservasi alam di Sri Lanka. Ia dipandang telah memiliki kontribusi yang besar pada negara itu. Nama Serendib dipilih sebagai nama Persia kuno untuk Sri Lanka.[3]
Deskripsi
Burung ini bisa tumbuh hingga setinggi 16–17cm, dengan bobot berkisar antara 34-46 gram.[4]EBird menggambarkan burung ini sebagai "burung hantu kemerahan (rufescent) yang sangat kecil, bermata kuning-oranye, dan bercak-bercak tipis dan tipis di bagian bawah tubuhnya. Meskipun tidak memiliki jumbai telinga asli, ia dapat menunjukkan jumbai "palsu" saat waspada.Burung ini hidup di hutan hujan tropis lembap yang luas di dataran rendah Zona Basah Sri Lanka. Bertengger sendiri atau berpasangan di semak belukar, tetapi juga ditemukan di pepohonan bagian atas pada malam hari. Kombinasi ukuran tubuhnya yang kecil, warna kemerahan seluruhnya, kurangnya tepi wajah yang menonjol, dan hanya sedikit tanda di bagian bawah membedakannya dari semua burung hantu lain di Sri Lanka. Kicauannya adalah "woOLoo" pendek, meninggi di bagian tengah".[5]
Sebaran dan habitat
Spesies ini endemik di Sri Lanka, dan dapat ditemukan di Sinharaja, Kitulgala, Cagar Alam Runakanda di Morapitiya dan Eratna Gilimale.[6] Celepuk serendib biasanya sering ditemukan di hutan hujan dataran rendah pada ketinggian 30 hingga 500/1000 meter. Burung ini juga ditemukan di hutan sekunder dengan semak belukar yang lebat.[3]
Perilaku
Seperti kebanyakan burung hantu lainnya, burung ini sepenuhnya nokturnal dan berburu serangga, misalnya kumbang dan ngengat, di tanah. Suaranya mulai terdengar saat senja, dan frekuensinya meningkat lagi sekitar dua jam sebelum fajar.[7]
Status konservasi dan ancaman
Berdasarkan penilaian oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), burung ini masuk kategori spesies genting.[8] Burung hantu ini terdampak oleh hilangnya habitat dan fragmentasi yang parah terjadi i Sri Lanka. Beberapa lokasi dilindungi dari masalah ini, meskipun beberapa kawasan lindung yang tersisa perlahan-lahan hilang.[3]