ENSIKLOPEDIA
Carcharhinus longimanus
| Hiu koboi | |
|---|---|
| Betina, dikelilingi oleh ikan pandu, di Laut Merah | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Chondrichthyes |
| Subkelas: | Elasmobranchii |
| Subdivisi: | Selachimorpha |
| Ordo: | Carcharhiniformes |
| Famili: | Carcharhinidae |
| Genus: | Carcharhinus |
| Spesies: | C. longimanus |
| Nama binomial | |
| Carcharhinus longimanus (Poey, 1861) | |
| Peta persebaran hiu koboi | |
| Sinonim[3] | |
|
Daftar
| |
Hiu koboi (Carcharhinus longimanus) adalah spesies hiu requiem berukuran besar yang mendiami zona pelagik di lautan tropis dan beriklim sedang yang hangat. Hiu ini memiliki tubuh yang kekar serta sirip membulat yang memanjang dan ikonis, dengan ujung berwarna putih. Spesies ini pada umumnya hidup menyendiri, meskipun mereka dapat berkumpul dalam jumlah besar di area yang kaya akan makanan. Ikan bertulang sejati dan sefalopoda merupakan komponen utama dalam makanannya, dan betinanya berkembang biak dengan cara melahirkan.
Walaupun bergerak lamban, hiu ini bersifat oportunistis dan agresif, serta dikenal berbahaya bagi para penyintas kapal karam. Daftar Merah IUCN mengategorikan spesies ini ke dalam status terancam kritis. Seperti halnya spesies hiu yang lain, hiu koboi menghadapi tekanan penangkapan yang terus meningkat di seluruh wilayah sebarannya. Berbagai penelitian terbaru menunjukkan penurunan populasi yang tajam akibat spesies ini ditangkap untuk dimanfaatkan sirip dan dagingnya.
Taksonomi
Hiu koboi juga dikenal sebagai hiu cokelat, hiu kapal karam, hiu sirip putih ujung,[4] atau hiu putih kecil.
Spesies ini dideskripsikan pada tahun 1831 oleh naturalis René-Primevère Lesson, yang memberi nama hiu tersebut Carcharhinus maou. Spesies ini kemudian dideskripsikan oleh ilmuwan Kuba, Felipe Poey, pada tahun 1861 sebagai Squalus longimanus.[5] Nama Pterolamiops longimanus juga pernah digunakan. Aturan dari Komisi Internasional Tata Nama Zoologi menyatakan bahwa pada umumnya deskripsi yang pertama kali diterbitkan memiliki prioritas; oleh karena itu, nama ilmiah yang valid untuk hiu koboi seharusnya adalah Carcharhinus maou. Akan tetapi, nama pemberian Lesson tetap terlupakan begitu lama sehingga Carcharhinus longimanus tetap diterima secara luas.[6] Epitet spesies longimanuscode: la is deprecated merujuk pada ukuran sirip dadanya (longi-manus yang berarti "tangan panjang" dalam bahasa Latin).
Fosil gigi tertua dari spesies ini diketahui berasal dari zaman Miosen Awal di Odisha, India. Fosil mereka juga ditemukan dari zaman Pliosen di Italia dan Spanyol.[7]
Persebaran dan habitat
Hiu ini ditemukan di seluruh dunia antara garis lintang 45°LU dan 43°LS. Hiu koboi hidup di perairan laut dalam yang terbuka, dengan suhu lebih dari 18 °C (64 °F),[3] Hiu ini lebih menyukai suhu air di atas 20 °C (68 °F), dan hingga 28 °C (82 °F) tetapi juga dapat ditemukan di perairan sedingin 15 °C (59 °F) walau mereka menghindari suhu yang lebih rendah dari itu.[6][8] Hiu ini dulunya sangat umum dan tersebar luas, dan hingga kini masih mendiami wilayah perairan yang luas di seluruh dunia; akan tetapi, berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa populasinya telah menurun drastis.[9]
Hiu ini menghabiskan sebagian besar waktunya di lapisan atas lautan—hingga kedalaman 150 m (490 ft)[3]—dan lebih menyukai perairan lepas pantai dan laut dalam. Menurut data penangkapan rawai, semakin jauh dari daratan berkorelasi dengan semakin besarnya populasi hiu tersebut.[4] Hiu ini terkadang ditemukan dekat dengan daratan, di perairan dangkal dengan kedalaman hanya 37 m (120 ft), terutama di sekitar pulau-pulau samudra dan paparan benua yang sempit.[6]
Deskripsi
Karakteristik yang paling membedakan dari C. longimanus adalah sirip dada dan sirip punggungnya yang panjang serta menyerupai sayap. Siripnya jauh lebih besar dibandingkan dengan sebagian besar spesies hiu lainnya, dan memiliki ujung membulat yang sangat kentara. Moncong hiu ini berbentuk bundar dan matanya melingkar, serta dilengkapi dengan membran pengelip.[4]
Spesies ini berwarna abu-abu-perunggu di bagian punggung dan putih di bagian perut, yang merupakan adaptasi pewarnaan kontra.[6] Sesuai dengan namanya, sebagian besar siripnya (punggung, dada, perut, dan ekor) memiliki ujung berwarna putih. Selain ujung putih, siripnya juga dapat bercorak bintik-bintik, dan spesimen muda dapat memiliki corak berwarna hitam. Bercak berbentuk pelana mungkin tampak di antara sirip punggung pertama dan kedua. Hiu ini memiliki dua bentuk gigi; gigi pada rahang bawah lebih tipis dengan ujung bergerigi, sedangkan gigi pada rahang atas berbentuk segitiga, tetapi jauh lebih besar dan lebih lebar dengan tepi yang bergerigi sepenuhnya. Rahang bawah memiliki antara 13 hingga 15 gigi di setiap belahan rahang, sedangkan rahang atas memiliki 14 atau 15 gigi di setiap belahan. Dentikelnya hampir datar dan lebar, yang umumnya memiliki antara lima hingga tujuh rigi-rigi. Hanya terdapat sedikit tumpang tindih di antara dentikel tersebut, sehingga memperlihatkan sebagian kulit yang telanjang.[4]
Hiu koboi adalah hiu yang bertubuh besar dan kekar. Spesimen terbesar yang pernah ditangkap berukuran panjang lebih dari 4 m (13 ft), meskipun pada umumnya mereka hanya tumbuh hingga mencapai panjang 3 m (10 ft) dan berat 150 kg (330 pon).[10] Akan tetapi, rekor pancing keseluruhan yang tercatat oleh International Game Fish Association (IGFA) adalah 167 kg (368 pon) untuk individu sepanjang 22-meter (72 ft), yang menunjukkan bahwa beratnya kemungkinan jauh lebih besar pada individu yang lebih besar.[11] Hiu betina pada umumnya lebih besar dari jantan sekitar 10 cm (3,9 in).[4][6] Di Teluk Meksiko pada tahun 1950-an, berat rata-rata hiu koboi adalah 864 kg (1.905 pon). Pada tahun 1990-an, hiu dari spesies yang sama dari wilayah yang sama hanya memiliki berat rata-rata 561 kg (1.237 pon).[12]
- Rahang
- Gigi rahang atas
- Gigi rahang bawah
Biologi
Hiu koboi pada umumnya hidup menyendiri, meskipun perkumpulan telah diamati di area yang berlimpah makanan.[6] Hiu ini berenang pada siang dan malam hari. Hiu koboi biasanya bergerak lambat, menjelajah di dekat bagian atas kolom air di perairan terbuka.[4] Selama musim panas, ketika permukaan laut lebih hangat, hiu koboi cenderung berenang lebih cepat dan di kedalaman yang lebih dalam.[10] Mereka telah diamati melompat keluar dari air (mirip dengan paus).[13]
Spesies ini memangsa terutama pada sefalopoda pelagik, seperti cumi-cumi, dan ikan bertulang sejati,[3] seperti ikan lanset, ikan kurau, oarfish, barakuda, ikan kuwe, mahi-mahi, marlin, tuna, dan makerel. Akan tetapi, makanannya bisa jauh lebih bervariasi dan kurang selektif—hiu ini diketahui memakan ikan pari, penyu, burung laut, gastropoda, krustasea, dan bangkai mamalia laut. Metode makannya mencakup berenang menembus kawanan tuna yang sedang kalap dengan mulut terbuka, menunggu ikan-ikan tersebut berenang masuk sebelum menggigitnya; saat perburuan paus dahulu sering dilakukan di perairan hangat, hiu koboi adalah pemakan bangkai paling umum dari bangkai yang mengapung, yang mungkin menjelaskan mengapa mereka terkadang dianggap sebagai salah satu "hiu pemburu paus". Hiu koboi umumnya bersaing memperebutkan makanan dengan hiu lanyam, yang menjelaskan[butuh klarifikasi] gaya berenangnya yang terbilang santai dikombinasikan dengan pertunjukan agresif.[6] Mereka diketahui mengikuti paus pilot karena keduanya sama-sama memangsa cumi-cumi.[4][14] Bukti berupa bekas luka alat isap pada kulit individu yang direkam di lepas pantai Hawaii menunjukkan bahwa spesies ini mungkin juga menyelam cukup dalam untuk bertarung dengan cumi-cumi berukuran besar, seperti cumi-cumi raksasa.[15]
Kelompok sering terbentuk ketika individu-individu hiu berkumpul di suatu sumber makanan. Mereka tercatat memisahkan diri berdasarkan jenis kelamin dan ukuran. Mereka umumnya terlibat dalam kalap makan.[6] Hiu koboi berkumpul dalam jumlah besar di lepas pantai Pulau Cat, Bahama dari musim dingin hingga musim semi, karena berlimpahnya ikan bertulang sejati berukuran besar.[14]
Ikan pandu, mahi-mahi, dan remora mungkin mengikuti hiu-hiu ini.[4]
Siklus hidup

Perkawinan dan kelahiran tampaknya terjadi pada awal musim panas di barat laut Samudra Atlantik dan barat daya Samudra Hindia, meskipun betina yang ditangkap di Pasifik telah ditemukan membawa embrio sepanjang tahun, yang menunjukkan musim kawin yang lebih panjang di sana.[6] Hiu ini bersifat vivipar—embrio berkembang secara in utero (di dalam rahim) dan diberi makan oleh kantung plasenta. Masa kehamilannya berlangsung selama sembilan bulan hingga satu tahun.[8][16] Di barat laut Atlantik, anak hiu lahir dengan panjang 65–75 cm (26–30 in) sementara di lepas pantai Afrika Selatan, panjang saat lahir adalah 60–65 cm (24–26 in).[8] Di Samudra Pasifik, bayi yang baru lahir rata-rata memiliki panjang 45–55 cm (18–22 in), dan berjumlah dua hingga empat belas ekor per kelahiran.[16]
Pada satu populasi di lepas pantai Brasil, hiu ini tercatat tumbuh rata-rata 252 cm (99 in) dalam satu tahun, menurun menjadi 136 cm (54 in) per tahun hingga usia empat tahun dan kemudian menjadi 97 cm (38 in) pada tahun kelima mereka. Kedua jenis kelamin mencapai kematangan seksual pada ukuran 180–190 cm (71–75 in) di antara usia enam dan tujuh tahun serta terus tumbuh dengan laju 910 cm (360 in) per tahun.[17] Rata-rata panjang kematangan hiu di wilayah ekuator yang lebih luas dan Atlantik barat daya adalah 170 cm (67 in) untuk betina dan 170–190 cm (67–75 in) untuk jantan.[18] Di Pasifik, hiu ini tampaknya matang pada usia empat hingga lima tahun.[16] Seekor hiu koboi diperkirakan telah hidup selama 22 tahun.[4][19]
Hubungan dengan manusia

Hingga abad ke-16, hiu dikenal oleh para pelaut sebagai "anjing laut"[20] dan hiu koboi merupakan hiu yang paling sering mengikuti kapal. Peneliti oseanografi Jacques Cousteau mendeskripsikan hiu koboi sebagai "hiu yang paling berbahaya dari semua hiu".[21] Penulis sekaligus pemancing ikan besar Ernest Hemingway menggambarkan mereka sebagai oportunis agresif yang menyerang hasil tangkapan nelayan dalam Lelaki Tua dan Laut, yang mungkin didasarkan pada pengalaman Hemingway memancing dari kapalnya, Pilar.[22]
Selama Perang Dunia II, RMS Nova Scotia, sebuah kapal uap yang membawa sekitar 1.000 orang di dekat Afrika Selatan, ditenggelamkan oleh kapal selam Jerman pada pagi hari tanggal 28 November 1942. Seratus sembilan puluh dua orang selamat; banyak kematian yang dikaitkan dengan hiu koboi.[23] Pada masa selanjutnya dalam perang tersebut, USS Indianapolis ditorpedo pada tanggal 30 Juli 1945. Beberapa pelaut yang selamat dari penenggelaman tersebut dilaporkan meninggal karena paparan cuaca ekstrem dan beberapa mungkin tewas akibat gigitan hiu.[24] Menurut kesaksian para penyintas yang diterbitkan dalam beberapa buku tentang hiu dan serangan hiu, kemungkinan ratusan awak kapal Indianapolis pada akhirnya tewas dibunuh oleh hiu sebelum sebuah pesawat terbang melihat mereka pada hari kelima setelah penenggelaman. Hiu koboi diyakini bertanggung jawab atas sebagian besar atau bahkan semua serangan tersebut.Templat:Verify quote[25][26]
Selanjutnya, spesies ini tercatat telah menyerang 21 orang antara tahun 1955 dan 2020, termasuk sembilan penyelam, delapan perenang, dua nelayan, satu korban kapal karam, dan satu pilot yang jatuh. Lima dari serangan ini berakibat fatal.[27] Pada tahun 2010, satu ekor hiu koboi terlibat dalam beberapa gigitan terhadap turis di Laut Merah dekat Sharm El Sheikh, Mesir, yang mengakibatkan satu orang tewas dan empat luka-luka. Bukti yang terkumpul mengungkapkan bahwa hiu ini telah terbiasa diberi makan secara langsung dari tangan manusia.[28][29] Pada bulan Oktober 2019, seekor hiu koboi menyerang seorang penyelam snorkel wanita di lepas pantai Mo'orea, Polinesia Prancis, tetapi orang tersebut selamat. Berdasarkan laporan saksi mata dan pemeriksaan terhadap bekas gigitan, hiu tersebut tampaknya bertindak layaknya pemangsa yang menyerang mangsanya.[27]
Hiu koboi pernah dipelihara di penangkaran. Di antara lima hiu koboi penangkaran yang tercatat, tiga hiu yang memiliki catatan waktu semuanya hidup selama lebih dari setahun di penangkaran. Salah satunya, seekor betina di pameran Outer-Bay milik Monterey Bay Aquarium, hidup selama lebih dari tiga tahun sebelum mati pada tahun 2003, yang selama kurun waktu tersebut ia tumbuh sepanjang 03 m (10 ft).[30][31] Dua hiu yang tersisa tidak memiliki catatan waktu, tetapi tumbuh sekitar 05 m (16 ft) selama masa hidup mereka di penangkaran.[30]
Status konservasi

Hiu koboi utamanya terancam oleh aktivitas perikanan, terkadang secara sengaja tetapi biasanya sebagai tangkapan sampingan. Mereka menjadi korban rawai, tali pancing, jaring insang, dan pukat. Hiu-hiu ini dimanfaatkan untuk diambil sirip dan dagingnya.[1][6] Dagingnya dimakan segar, diasap, dikeringkan, atau diasinkan, dan kulitnya dijadikan kulit.[6] Tangkapan sampingan hiu koboi dapat dikurangi dengan melepaskan mata kail dari kapal rawai saat mereka berada di perairan dangkal.[32] Spesies ini mungkin juga terancam oleh pencemaran; hiu di barat laut Atlantik telah ditemukan mengakumulasi raksa dalam jumlah tinggi.[33]
Hingga tahun 2019, Daftar Merah IUCN mengategorikan hiu koboi sebagai spesies yang terancam kritis, karena jumlah mereka tampaknya telah menurun di setiap wilayah samudra yang mereka diami. Meskipun total populasi globalnya tidak diketahui, mereka diperkirakan telah mengalami penurunan sekitar 98 persen "dengan probabilitas tertinggi berupa pengurangan >80% selama tiga generasi (61,2 tahun)".[1]

Pada tahun 1969, Lineaweaver dan Backus menulis tentang hiu koboi: "[hiu ini] luar biasa melimpah, mungkin hewan besar yang paling melimpah, yang dimaksud besar adalah yang berbobot lebih dari 100 pon (45 kg), di muka bumi".[34] Sebuah penelitian yang berfokus pada barat laut Atlantik dan Teluk Meksiko, menggunakan campuran data dari survei rawai pelagik AS dari pertengahan 1950-an dan pengamatan dari akhir 1990-an, memperkirakan penurunan jumlah populasi di lokasi ini sebesar 99,3% selama periode tersebut.[9] Namun, perubahan dalam praktik penangkapan ikan dan metode pengumpulan data memperumit perkiraan ini.[35] Menurut sebuah penelitian pada Januari 2021 di Nature yang mempelajari 31 spesies hiu dan pari termasuk hiu koboi, jumlah spesies tersebut yang ditemukan di laut terbuka telah anjlok sebesar 71 persen dalam kurun waktu sekitar 50 tahun.[36][37]
Pada bulan Maret 2013, hiu koboi dimasukkan ke dalam Apendiks II CITES, yang berarti spesies ini (termasuk bagian dan turunannya) memerlukan izin CITES untuk perdagangan internasional.[38] Pada tanggal 30 Januari 2018, NOAA Fisheries menerbitkan aturan akhir yang mendaftarkan hiu koboi sebagai spesies terancam berdasarkan Undang-Undang Spesies Terancam Punah (ESA) Amerika Serikat (83 FR 4153).[39] Mulai tanggal 3 Januari 2013, hiu ini dilindungi sepenuhnya di perairan teritorial Selandia Baru berdasarkan Undang-Undang Margasatwa 1953.[40][41] Departemen Konservasi Selandia Baru telah mengklasifikasikan hiu koboi sebagai "Migran" dengan kualifikasi "Aman di Luar Negeri" berdasarkan Sistem Klasifikasi Ancaman Selandia Baru.[42]
Pada tanggal 27 November 2025, Para Pihak CITES CoP20 melakukan pemungutan suara untuk menaikkan status hiu koboi ke Apendiks I, yang merupakan tingkat perlindungan tertinggi yang ditawarkan oleh CITES[43], yang pada umumnya melarang perdagangan komersial internasional untuk spesies ini.[44] Delapan puluh tiga persen suara di CoP20 mendukung pendaftaran tersebut.[45]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 Rigby, C.L.; Barreto, R.; Carlson, J.; Fernando, D.; Fordham, S.; Francis, M.P.; Herman, K.; Jabado, R.W.; Liu, K.M.; Marshall, A.; Pacoureau, N.; Romanov, E.; Sherley, R.B.; Winker, H. (2019). "Carcharhinus longimanus". 2019 e.T39374A2911619. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T39374A2911619.en. ;
- ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 14 January 2022.
- 1 2 3 4 Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2013). "Carcharhinus longimanus" di situs FishBase. Versi February 2013.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bester, Cathleen. "Oceanic Whitetip Shark". Florida Museum of Natural history. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 December 2012. Diakses tanggal 22 July 2006.
- ↑ "Carcharhinus longimanus (Poey, 1861)". Integrated Taxonomic Information System.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Compagno, Leonard J. V. (1984). Sharks of the World: An annotated and illustrated catalogue of shark species known to date. Vol. 4, Part 2. Carcharhiniformes. Food and Agriculture Organization of the United Nations. hlm. 484–86, 555–61, 588. ISBN 978-92-5-101383-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 August 2013. Diakses tanggal 24 September 2012.
- ↑ Höltke, Olaf; Maxwell, Erin E.; Rasser, Michael W. (2024-02-26). "A Review of the Paleobiology of Some Neogene Sharks and the Fossil Records of Extant Shark Species". Diversity (dalam bahasa Inggris). 16 (3): 147. Bibcode:2024Diver..16..147H. doi:10.3390/d16030147. ISSN 1424-2818.
- 1 2 3 Bonfil, Ramón; Nakano, Hideki (2008). "The Biology and Ecology of the Oceanic Whitetip Shark, Carcharhinus Longimanus". Dalam Camhi, Merry D.; Pikitch, Ellen K.; Babcock, Elizabeth A. (ed.). The Biology and Ecology of the Oceanic Whitetip Shark, Carcharhinus Longimanus. Blackwell Publishing Ltd. hlm. 128–139. ISBN 978-0-632-05995-9.
- 1 2 Baum, J.K. & Myers, R.A. (2004). "Shifting baselines and the decline of pelagic sharks in the Gulf of Mexico" (PDF). Ecology Letters. 7 (3): 135–45. Bibcode:2004EcolL...7..135B. doi:10.1111/j.1461-0248.2003.00564.x. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 February 2012.
- 1 2 Andrzejaczek, Samantha; Gleiss, Adrian C.; Jordan, Lance K. B.; Pattiaratchi, Charitha B.; Howey, Lucy A.; Brooks, Edward J.; Meekan, Mark G. (29 May 2018). "Temperature and the vertical movements of oceanic whitetip sharks, Carcharhinus longimanus". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris). 8 (1): 8351. Bibcode:2018NatSR...8.8351A. doi:10.1038/s41598-018-26485-3. ISSN 2045-2322. PMC 5974137. PMID 29844605.
- ↑ Carrier, Jeffrey C. (31 August 2017). Sharks of the Shallows: Coastal Species in Florida and the Bahamas (dalam bahasa Inggris). JHU Press. hlm. 108. ISBN 978-1-4214-2295-4.
- ↑ "Consideration of Proposals for Amendment of Appendices I and II (CoP15 Prop. 16)" (PDF). Convention on International Trade in Endangered Species (CITES). March 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 May 2013.
- ↑ Papastamatiou, Y. P.; Iosilevskii, G; Leos-Barajas, V; Brooks, E. J.; Howey, L. A.; Chapman, D. D.; Watanabe, Y. Y. (2018). "Optimal swimming strategies and behavioral plasticity of oceanic whitetip sharks". Scientific Reports. 8 (1): 551. Bibcode:2018NatSR...8..551P. doi:10.1038/s41598-017-18608-z. PMC 5765167. PMID 29323131.
- 1 2 Madigan, D. J.; Brooks, E. J.; Bond, M. E.; Gelsleichter, J; Howey, L. A.; Abercrombie, D. L.; Brooks, A; Chapman, D. D. (2015). "Diet shift and site-fidelity of oceanic whitetip sharks Carcharhinus longimanus along the Great Bahama Bank". Marine Ecology Progress Series. 529: 185–197. Bibcode:2015MEPS..529..185M. doi:10.3354/meps11302.
- ↑ "This shark fought off a deep-sea squid, first-ever picture reveals". Animals. 5 June 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 February 2021. Diakses tanggal 19 October 2021.
- 1 2 3 Seki, T; Taniuchi, T; Nakano, H; Shimizu, M (1998). "Age, Growth and Reproduction of the Oceanic Whitetip Shark from the Pacific Ocean". Fisheries Science. 64 (1): 14–20. Bibcode:1998FisSc..64...14S. doi:10.2331/fishsci.64.14.
- ↑ Lessa, R; Santana, F. M.; Paglerani, R (1999). "Age, growth and stock structure of the oceanic whitetip shark, Carcharhinus longimanus, from the southwestern equatorial Atlantic". Fisheries Research. 42 (1–2): 21–30. Bibcode:1999FishR..42...21L. doi:10.1016/S0165-7836(99)00045-4.
- ↑ dos Santos Tambourgi, M. R.; Hazin, F; Oliveira, P. G. V.; Coelho, R; Burgess, G. H.; Roque, P (2013). "Reproductive aspects of the oceanic whitetip shark, Carcharhinus longimanus (Elasmobranchii: Carcharhinidae), in the equatorial and southwestern Atlantic Ocean". Brazilian Journal of Oceanography. 61 (2): 161–168. doi:10.1590/S1679-87592013000200008. hdl:10400.1/8957.
- ↑ "Carcharhinus longimanus summary page". FishBase (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-18.
- ↑ Marx, R.F. (1990). The History of Underwater Exploration. Courier Dover Publications. hlm. 3. ISBN 978-0-486-26487-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 June 2014. Diakses tanggal 15 July 2016.
- ↑ Cousteau, Jacques-Yves & Cousteau, Philippe (1970). The Shark: Splendid Savage of the Sea. Doubleday & Company, Inc.
- ↑ "Hemingway's Sharks". Sea History for Kids. National Maritime Historical Society. Diakses tanggal 9 December 2022.
- ↑ Bass, A.J.; D'Aubrey, J.D.; Kistnasamy, N. (1973). Sharks of the east coast of southern Africa. 1. The genus Carcharhinus (Carcharhinidae) (PDF). Durban: Oceanographic Research Institute. hlm. 49–55. ISBN 0-86989-008-5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 September 2013.
- ↑ Stanton, Doug (2003). In Harm's Way: The Sinking of the USS Indianapolis and the Extraordinary Story of Its Survivors (Edisi 1st Owl Books). New York: H. Holt. ISBN 978-0-8050-7366-9.
- ↑ Martin, R. Aidan. "Elasmo Research". ReefQuest. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 February 2006. Diakses tanggal 6 February 2006.
- ↑ Helm, Thomas (1969). Shark! Unpredictable Killer of the Sea (Edisi 6). Collier Books.
- 1 2 Clua, E. C. G.; Demarchi, S; Meyer, C. G. (2021). "Suspected predatory bites on a snorkeler by an oceanic whitetip shark Carcharhinus longimanus off Moorea island (French Polynesia)". Journal of Forensic Sciences. 66 (6): 2493–2498. doi:10.1111/1556-4029.14865. PMID 34418091. S2CID 237260630.
- ↑ Egypt: German tourist killed in fourth Sharm el-Sheikh shark attack in a week Diarsipkan 15 July 2018 di Wayback Machine.. telegraph.co.uk (5 December 2010)
- ↑ US Experts Head to Egypt to Probe Shark Attacks Diarsipkan 10 November 2016 di Wayback Machine.. CBS News (7 December 2010)
- 1 2 "Oceanic Whitetip Shark Carcharhinus longimanus (Poey, 1861) in Captivity". H. F. Mollet. Diarsipkan dari versi asli pada 15 May 2014. Diakses tanggal 15 May 2014.
- ↑ "Monterey aquarium whitetip shark dies after three years". Napa Valley Register. 24 December 2003. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 July 2020. Diakses tanggal 10 July 2020.
- ↑ Tolotti, M. T.; Bach, P; Hazin, F; Travassos, P; Dagorn, L (2015). "Vulnerability of the oceanic whitetip shark to pelagic longline fisheries". PLOS ONE. 10 (10) e0141396. Bibcode:2015PLoSO..1041396T. doi:10.1371/journal.pone.0141396. PMC 4619618. PMID 26492091.
- ↑ Gelsleichter, J; Sparkman, G; Howey, L. A.; Brooks, E. J.; Shipley, O. N. (2020). "Elevated accumulation of the toxic metal mercury in the Critically Endangered oceanic whitetip shark Carcharhinus longimanus from the northwestern Atlantic Ocean". Endangered Species Research. 43: 267–279. doi:10.3354/esr01068. S2CID 226474540.
- ↑ Lineaweaver, Thomas H. III & Backus, Richard H. (1969). The Natural History of Sharks. Lippincott.
- ↑ Baum, J.K.; Kehler, D. & Myers, R.A. (2005). "Robust estimates of decline for pelagic shark populations in the northwest Atlantic and Gulf of Mexico". Fisheries. 30: 27–30. CiteSeerX 10.1.1.417.3687.
- ↑ Briggs, Helen (28 January 2021). "Extinction: 'Time is running out' to save sharks and rays". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 January 2021. Diakses tanggal 29 January 2021.
- ↑ Richardson, Holly (27 January 2021). "Shark, ray populations have declined by 'alarming' 70 per cent since 1970s, study finds". ABC News. Australian Broadcasting Corporation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 January 2021. Diakses tanggal 29 January 2021.
- ↑ MCGrath, Matt (11 March 2013). "'Historic' day for shark protection". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 June 2013. Diakses tanggal 27 July 2013.
- ↑ "Home page of NOAA Fisheries Service – Pacific Islands Regional Office". Diarsipkan dari asli tanggal 22 June 2018. Diakses tanggal 21 June 2018.
- ↑ "Endangered whitetip sharks to be protected". New Zealand Government. 27 September 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 September 2016. Diakses tanggal 27 September 2012.
- ↑ "Wildlife (Oceanic Whitetip Shark) Order 2012". New Zealand government gazette. 6 December 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 February 2015. Diakses tanggal 4 February 2015.
- ↑ Duffy, Clinton A. J.; Francis, Malcolm; Dunn, M. R.; Finucci, Brit; Ford, Richard; Hitchmough, Rod; Rolfe, Jeremy (2018). Conservation status of New Zealand chondrichthyans (chimaeras, sharks and rays), 2016 (PDF). Wellington, New Zealand: Department of Conservation. hlm. 9. ISBN 978-1-988514-62-8. OCLC 1042901090. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 28 January 2019. Diakses tanggal 17 January 2019.
- ↑ "Historic Victory for Sharks as Oceanic Whitetips Upgraded to Appendix I at CITES Banning International Trade". newsroom.wcs.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ "The CITES Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ "Oceanic whitetip sharks granted international protections". IFAW (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-30.
Pranala luar
- "Introducing an ongoing study of the Oceanic Whitetip Shark in the Red Sea". longimanus.info.
- Oceanic Whitetip Shark Carcharhinus longimanus at marinebio.org
- Foto mengenai Hiu koboi di Sealife Collection
| Carcharhinus longimanus |
|
|---|---|
| Squalus longimanus | |
| Nasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |