Sejarah
Saat provinsi Misamis dibentuk oleh Spanyol pada 1818, salah satu dari empat distriknya adalah Partidos de Cagayan. Pada 1871, Partidos menjadi munisipalitas dan dibuat sebagai ibukota Misamis secara permanen. Pada tanggal 27 Februari 1872, Gubernur Jenderal Filipina saat itu, Carlos Maria de La Torre, mengeluarkan dekrit yang menyatakan Cagayan sebagai ibu kota permanen Distrik Kedua Misamis. Pada era ini, nama kota tersebut dikenal dengan nama Cagayan de Misamis.
Pada 1883, munisipalitas tersebut resmi ditetapkan sebagai ibukota pemerintahan Spanyol untuk wilayah Mindanao bagian utara. Setelah Amerika Serikat mulai menguasai Filipina, Komisi Filipina memberlakukan Act No. 951 pada 20 Oktober 1903, yang menyatakan bahwa barrio Gusa, bersama dengan Iponan, Opol, Salvador, dan Alubijid, digabungkan ke dalam Cagayan; sementara Agusan dimasukkan ke dalam wilayah Tagoloan.
Setelah provinsi Misamis dipecah menjadi dua, yaitu Misamis Barat dan Misamis Timur pada 2 November 1929 melalui Legislative Act No. 3537, Cagayan de Misamis menjadi bagian dari provinsi Misamis Timur dan ditetapkan sebagai ibukotanya.
Pada 1948, sebagian barrio dan sitio di Cagayan de Misamis dimekarkan untuk membentuk munisipalitas El Salvador.
Cagayan de Misamis resmi berubah status menjadi kota setelah sebelumnya berstatus sebagai munisipalitas dan berganti nama menjadi Cagayan de Oro melalui Republic Act No. 521, yang diresmikan pada 15 Juni 1950. Pada saat yang sama, sebagian barrio di kota tersebut dimekarkan kembali untuk membentuk munisipalitas Opol.
Pada 22 November 1983, Cagayan de Oro resmi menyandang status sebagai kota sangat urban.