Bacolod City (bahasa Tagalog:Lungsod ng Bacolodcode: tl is deprecated ) adalah ibu kota provinsi Negros Occidental. Memiliki jumlah penduduk sebesar 499.497 jiwa pada 1 Agustus 2007, kota ini merupakan kota terpadat di Visayas Barat.[2]Festival MassKara diadakan di kota ini pada bulan Oktober.
Dikenal sebagai kota yang cukup bersahabat, Bacolod dijuluki "Kota Senyuman" dan "Ibu kota Sepak Bola Filipina". Kota ini terpilih sebagai "Tempat Tinggal Terbaik di Filipina" menurut survey yang diadakan oleh MoneySense Magazine.[3]
Sejarah
Pada masa penjajahan Spanyol, Bacolod resmi dibentuk sebagai munisipalitas pada 1755 atau 1756, setelah penduduk pemukiman pesisir San Sebastián de Magsung̃ay diserang oleh pasukan di bawah pimpinan Datu Bantílan dari Sulu pada tanggal 14 Juli 1755, dan penduduk desa berpindah dari pesisir ke daerah perbukitan yang disebut Bacólod (yang sekarang menjadi barangay Granada).
Pada 1849, Bacolod resmi menjadi ibukota provinsi Negros, yang menggantikan Himamaylan.
Setelah provinsi Negros dipecah menjadi dua, yaitu Negros Barat dan Negros Timur melalui sebuah perintah kerajaan oleh Gubernur Jenderal Filipina Valeriano Weyler pada 1 Januari 1890, Bacolod menjadi bagian dari Negros Barat dan ditetapkan sebagai ibukotanya.
Bacolod resmi berubah status menjadi kota setelah sebelumnya berstatus sebagai munisipalitas pada 18 Juni 1938 melalui Commonwealth Act No. 326, yang diresmikan pada 19 Oktober di tahun yang sama.
Pada 27 September 1984, Bacolod resmi menyandang status sebagai kota sangat urban.
Pembagian wilayah
Secara administratif Bacolod City terbagi menjadi 61 barangay, yaitu:
↑"Highlights of the City". Public Information - Office of the City Mayor (Bacolod City). Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-13. Diakses tanggal 2008-08-17.