Sejarah
Cabadbaran pada awalnya bernama Tolosa pada 1880, yang menghidupkan kembali pengurangan wilayah oleh Pendeta Saturnino Urios serta mengabadikan nama tempat asalnya di Spanyol. Pada 31 Januari 1894, Tolosa resmi dibentuk sebagai munisipalitas setelah pemerintah Spanyol menyetujui petisi dari Don Eduardo Curato.
Ketika Amerika Serikat datang, Spanyol dipaksa untuk menyerah. Dibawah kekuasaan Amerika Serikat, nama Tolosa diganti menjadi Cabadbaran, yang digunakan hingga saat ini.
Setelah provinsi Agusan dipecah menjadi dua, yaitu Agusan Utara dan Agusan Selatan pada 17 Juni 1967 melalui Republic Act No. 4969, Cabadbaran menjadi bagian dari provinsi Agusan Utara. Pada 16 Agustus 2000, Cabadbaran resmi ditetapkan sebagai ibu kota provinsi Agusan Utara melalui Republic Act No. 8811, meskipun pusat pemerintahannya tetap di Butuan.
Cabadbaran resmi berubah status menjadi kota setelah sebelumnya berstatus sebagai munisipalitas melalui Republic Act No. 9404, yang diresmikan setelah dilaksanakan plebisit pada 16 Juli 2007.
Mahkamah Agung Filipina kemudian menyatakan perubahan status kota Cabadbaran bersama dengan 15 kota lainnya inkonstitusional setelah sebuah petisi yang diajukan oleh League of Cities of the Philippines dalam putusannya pada 18 November 2008. Pada 22 Desember 2009, undang-undang kota Cabadbaran bersama dengan 15 munisipalitas lainnya mendapatkan status sebagai kota lagi setelah mahkamah membatalkan putusan yang dikeluarkan pada 2008. Pada 23 Agustus 2010, mahkamah memberlakukan kembali putusan tahun 2008, yang menyebabkan kota Cabadbaran bersama dengan 15 kota lainnya, kembali menjadi munisipalitas. Baru pada 15 Februari 2011, Cabadbaran akhirnya mendapat status sebagai kota kembali termasuk 15 munisipalitas lainnya, yang menyatakan bahwa perubahan status menjadi kota tersebut telah memenuhi semua persyaratan hukum.
Setelah enam tahun pertarungan hukum, dalam resolusi dewannya, League of Cities of the Philippines mengakui keberadaan kota Cabadbaran dan 15 kota lainnya.