Sejarah
Pendirian bank ini berawal dari terbitnya Paket Kebijaksanaan Oktober 1988 yang memberikan kemudahan untuk mendirikan bank baru. Pada bulan Desember 1988, Dephankam, Asabri, Pepabri, dan para pengembang perumahan pun mengadakan sebuah pertemuan untuk mengoptimalkan dana proyek Kredit Perumahan Prajurit (KPR) yang saat itu dinilai cukup pontesial, salah satunya dengan cara mendirikan sebuah bank baru.
Pada bulan Januari 1989, Menhankam memerintahkan pelaksanaan studi kelayakan pendirian bank baru, dan pada bulan Februari 1989, LPPI pun resmi ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan tersebut melalui kerja sama dengan Bank Niaga. Pada bulan September 1989, bank ini resmi didirikan dengan nama PT Bank Yudha Bhakti oleh Inkopad, Inkopal, Inkopau, Inkoppol, Inkoppabri, Puskop Mabes TNI, dan Puskop Dephankam.
Pada tahun 2015, bank ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.[4] Pada tahun 2019, Akulaku membeli 8,9% saham bank ini dengan harga Rp158 miliar.[5] Pada tahun 2020, bank ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang untuk mencerminkan transformasinya menjadi bank berbasis digital.[6] Pada tahun 2021, bank ini memindahkan kantor pusatnya ke Treasury Tower dan meluncurkan aplikasi Neobank.[2][3]