Bahasa Nyah Kur dikategorikan sebagai C7 Shifting menurut SIL Ethnologue, artinya sebagian atau kebanyakan penutur mulai beralih menuturkan bahasa lain dalam kesehariannya atau bahasa ini telah tergeser oleh bahasa besar lainnya
Penggolongan dwibagian utara-selatan berasal dari kamus anekadialek Nyah Kur karya Theraphan L-Thongkum tahun 1984. Namun, Gerard Diffloth menganggap Nyah Kur terdiri dari tiga dialek, yaitu Utara, Tengah, dan Selatan.
Penutur Nyah Kur modern adalah keturunan Mon yang tidak melarikan diri ke barat ketika Khmer menyerbu peradaban mereka pada abad ke-9 dan ke-11. Akibatnya, Mon modern dan Nyah Kur keduanya berkembang langsung dari Mon Kuno secara mandiri selama hampir seribu tahun.
Nyah Kur ditemukan oleh para ahli bahasa pada awal abad ke-20, tetapi awalnya tidak diakui berkerabat dengan bahasa Mon selama hampir 70 tahun.
Akibat integrasi ke dalam masyarakat Thailand, jumlah penutur Nyah Kur sebagai bahasa pertama menurun drastis. Beberapa pihak memperkirakan bahasa ini akan punah dalam abad mendatang kecuali jika keadaan sebaliknya. Perubahan bahasa yang dipengaruhi oleh bahasa Thai juga terjadi seiring generasi muda melafalkan fonem-fonem tertentu yang berbeda dari generasi tua. Misalnya, akhiran -/r/ dan -/l/, yang tidak muncul sebagai akhiran dalam bahasa Thai, kini sering dilafalkan sebagai -[n] oleh generasi muda (Premsrirat 2002). Namun, karena generasi muda umumnya juga memiliki sikap positif terhadap bahasa mereka dan mendukung gagasan ortografi Nyah Kur, bahasa tersebut mungkin akan terlestarikan (Premsrirat 2002).
Fonologi
Berikut sistem konsonan dan vokal bahasa Nyah Kur:[8]
Bahasa Nyah Kur dalam aksara Thai. Di Thailand, ortografi Nyah Kur Thailand akan ditampilkan berdampingan dengan campuran aksara Mon dan Khamti tradisional. Mon merupakan satu-satunya kerabat linguistik Nyah Kur yang masih ada dalam rumpun Monik, sementara Khamti merupakan kerabat dekat vahasa Thai baku, yang telah sangat memengaruhi Nyah Kur dalam hal fonologi. Namun, tidak seperti bahasa Thailand, aksara Khamti menggunakan turunan aksara Mon-Burma yang mirip dengan Mon.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Nyahkur". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
Diffloth, G. (1984). The Dvaravati Old-Mon language and Nyah Kur. Chulalongkorn University Printing House, Bangkok. ISBN974-563-783-1
Huffman, F.E. (1990). Burmese Mon, Thai Mon and Nyah Kur: a synchronic comparison. Mon-Khmer Studies 16-17, pp.31–64
Premsrirat, Suwilai. 2002. "The Future of Nyah Kur." Bauer, Robert S. (ed.) 2002. Collected papers on Southeast Asian and Pacific languages. Canberra: Pacific Linguistics.
Sidwell, Paul (2009). Classifying the Austroasiatic languages: history and state of the art. LINCOM studies in Asian linguistics, 76. Munich: Lincom Europa.
Pustaka lanjutan
Theraphan L. Thongkum. (1984). Nyah Kur (Chao bon)–Thai–English dictionary. Monic language studies, vol. 2. Bangkok, Thailand: Chulalongkorn University Printing House. ISBN974-563-785-8
Memanas, Payau (1979). A description of Chaobon: an Austroasiatic language in Thailand. Mahidol University MA thesis.