Bahasa Khamyang dikategorikan sebagai C8a Moribund menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini digunakan oleh sedikit penutur ataupun bahasa ini hanya dituturkan pada wilayah yang cukup kecil
Bahasa Khamyang (juga dieja sebagai Kamjang, Khamjang) adalah bahasa yang sangat terancam.[7] Bahasa ini dituturkan sebagai bahasa ibu di Powaimukh, sekitar tidak lebih dari lima puluh jiwa, hampir semuanya dari kalangan tua.[7] Bahasa ini juga dituturkan dalam waktu keagamaan dan adat tertentu, serta ketika berhubungan dengan penutur bahasa-bahasa Tai lainnya. Hanya dua penutur Khamyang yang dapat melek aksara: bernama Chaw Sa Myat Chowlik, dan Chaw Cha Seng. Keduanya sudah tua renta dan lahir masing-masing pada tahun 1920 dan 1928. Selain itu, biksu penduduk, bernama Etika Bhikku, yang menuturkan dengan bahasa asli Tai Phake, juga melek huruf.[7] Selain generasi tua yang sepanjang waktu menuturkan bahasa ini, ada generasi paruh baya menuturkan bahasa Khamyang meskipun tidak sepanjang waktu. Kalangan muda hanya sedikit mengetahui cara menuturkan bahasa ini.[7]
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Khamyang". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
The Tai-Kadai Languages dalam Google Scholar, oleh Anthony Diller, Jerry Edmondson, Yongxian Luo
Tai and Tibeto-Burman Languages of Assam dalam Sealang Archive, kumpulan catatan yang dapat dicari yang dikumpulkan dan dianalisis oleh Stephen Morey dan rekan-rekannya.