Bahasa Aiton dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Aiton, juga disebut sebagai bahasa Tai Aiton, adalah suatu bahasa Tai-Kadai yang dituturkan di Assam, India (tepatnya di Lembah Dhonsiri dan tepi selatan sungai Brahmaputra). Bahasa ini dikategorikan sebagai "bahasa terancam" di India, karena hanya memiliki penutur kurang dari dua ribu. Nama lain dari bahasa ini adalah "Antonia" dan "Sham Doaniya".[7]
Bahasa-bahasa Tai di Assam memiliki banyak persamaan tata bahasa, aksara, dan kosakata.[9] Perbedaan yang paling menonjol dari antara bahasa-bahasa tersebut adalah sistem nadanya.[8]
Menurut cerita lisan dan tulisan dari suku Aiton, mereka berasal dari Khao-Khao Mao-Lung, suatu kerajaan Burma dekat perbatasan Tiongkok.[10] Secara umum diyakini bahwa mereka datang ke India sekitar dua atau tiga ratus tahun yang lalu, mencari perlindungan dari penindasan.[10] Terlepas dari berapa lama mereka berada di Assam, banyak anggota generasi yang lebih tua tidak fasih berbahasa Assam, bahasa resmi negara bagian.[11]
Penyebaran
Hampir semua penutur bahasa Aiton tinggal di Assam, India.
Menurut Morey (2005), bahasa Aiton dituturkan di desa-desa sebagai berikut:
Daftar berikut adalah kata ganti yang ditemukan dalam bahasa Aiton:[12]
Kata
Arti
/kaw1/
Aku (tunggal pertama)
/maɯ1/
Kamu (tunggal kedua)
/mɯn1/
Dia (tunggal ketiga)
/haw1/
Kami (jamak pertama)
/su3/
Kalian (jamak kedua)
/kʰaw3/
Mereka (jamak ketiga)
Demonstrativa
Catatan: bentuk /-an2/ adalah bentuk pasca-klitik yang mendekati fungsi kata sandang tertentu dan dapat dilampirkan pada kata ganti dan bahkan kata kerja.[12]
Bahasa Aiton memiliki aksara, yaitu 'Lik-Tai', yang juga digunakan oleh suku Khamti dan Tai Phake.[2] Aksara tersebut sangat mirip dengan aksara Shan Utara di Myanmar, yang semuanya merupakan turunan dari aksara Burma, dengan memiliki beberapa huruf modifikasi.[13]
12Diller, Anthony (1992). "Tai languages in Assam: Daughters or Ghosts": 16.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Aiton". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
12Morey, Stephen. "Tonal change in the Tai languages of Northeast India." Linguistics of the Tibeto-Burman Area 28.2 (2005): 139-202.
↑Diller, A. (1992). Tai languages in Assam: daughters or ghosts? In C.J. Compton and J.F. Hartmann (Ed.), Papers on Tai languages, Linguistics, and Literatures, 5-43. Center for Southeast Asian Studies, Northern Illinois University.
12Burgohain, Joya. "The Aitons: Some aspects of their life and culture." (2013).
↑Morey, S. (2008). North East Indian Linguistics. New Delhi: Cambridge University Press India.
123Diller, Anthony (1992). Thai languages in Assam: Daughters or Ghosts?. hlm.23.
Buragohain, Yehom. 1998. "Some notes on the Tai Phakes of Assam, in Shalardchai Ramitanondh Virada Somswasdi and Ranoo Wichasin." In Tai, pp.126–143. Chiang Mai, Thailand: Chiang Mai University.
Morey, Stephen. 2005. The Tai languages of Assam: a grammar and texts. Canberra: Pacific Linguistics.