Bahasa Hokkien Medan–Pinang sangat dipengaruhi oleh bahasa-bahasa lain seperti Tiochiu, Kanton, Melayu, sehingga menghasilkan beberapa perbedaan dengan bahasa Hokkien pada umumnya.[5][6]
Nada
Hokkien Medan–Pinang
Transkripsi
a
â
á
à
ā
ah
a̍h
Nada
awal gelap
awal terang
naik
keluar gelap
keluar terang
masuk gelap
masuk terang
Nilai fonetik
˦˦ (44)
˧˥ (35)
˥˧ (53)
˨˩ (21)
˨ (2)
˦ (4)
Contoh
东
同
董/重
栋
动
督
独
Seperti dialek lainnya, bahasa Hokkien Medan–Pinang menunjukkan sandhi nada.
Aturan Sandhi Nada Hokkien Medan–Pinang
Nada
awal gelap
awal terang
naik
keluar gelap
keluar terang
masuk gelap
masuk terang
Nomor nada
44
35
53
21
2
4
Ragam tala
22
22
55
53
21
5
2
Contoh
精神
牛肉
海跤
信心
重要
北京
合作
Pelafalan sastra dan sehari-hari
Seperti dialek lainnya, bahasa Hokkien Medan–Pinang memiliki dua sistem fonologis yang sepenuhnya berbeda: pengucapan sastra dan pengucapan sehari-hari. Misalnya:問(pengucapan sastra: būn,pengucapan sehari-hari: muīⁿ/mn̄g),香(sastra: hiang/hiong ,sehari-hari: hioⁿ/hiauⁿ dan phang)。Namun, sebagian besar penutur umumnya menggunakan pengucapan sehari-hari sebagai pengucapan utama, seperti:大学(tōa-o̍h),tahun:9128(káu-it-jī-peh), mirip dengan bahasa Hokkien Singapura.
Pengaruh bahasa-bahasa Min Selatan lainnya
Bahasa Hokkien Medan–Pinang sebagian besar dipengaruhi oleh dialek Zhangnan dari dialek Min Selatan dan dialek Teochew. Misalnya, ketika sebuah kata diucapkan "ing" dalam bahasa Hokkien Taiwan,maka diucapkan "eng" dalam bahasa Hokkien Malaysia Utara. Beberapa kata, seperti:汝(kamu)、鱼 (ikan)、猪 (babi),diucapkan "u" baik dalam bahasa Hokkien Medan–Pinang maupun dialek Pianquan dari bahasa Hokkien Taiwan。Dalam bahasa Hokkien Medan–Pinang,pengucapan uiⁿ dan ng, serta ioⁿ dan iauⁿ dapat bervariasi dari orang ke orang.。Misalnya,:算(sǹg / sùiⁿ)dan 想(siōⁿ/siāuⁿ).
Banyak lagu anak-anak Hokkien dan berbagai versi telah muncul selama pewarisannya. Seiring perubahan zaman, banyak lagu anak-anak Hokkien secara bertahap dilupakan oleh generasi muda, sehingga menghadapi ancaman kepunahan. Banyak lagu anak-anak Hokkien masih beredar di Semenanjung Malaysia bagian utara, termasuk Lalali tampung / La La Li La Tam Pong、(草蜢公) atau dilafalkan chháu-meh-kong dalam transkripsi Pe̍h-ōe-jī、dan (火金星) kunang-kunang.
↑Anderson, John (1826). Mission to the east coast of Sumatra, in 1823, under the direction of the Government of Prince of Wales Island. United Kingdom: Edinburgh: Blackwood; London: Cadell. hlm.296.
↑Annabelle Gambe (2000). Overseas Chinese Entrepreneurship and Capitalist Development in Southeast Asia. LIT Verlag Berlin-Hamburg-Münster. hlm.108. ISBN3-8258-4386-6.
Catatan 1:Genealogi Haklau masih diperdebatkan, dan beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Zhangzhou dari bahasa Hokkien, cabang dari bahasa Tiochiu, ataupun bahasa transisi antara Hokkien dan Tiochiu
Catatan 2:Genealogi Zhenan digolongkan sebagai subdialek Zhejiang Tenggara dari dialek Min dalam Atlas Bahasa Tiongkok. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien. Catatan 3:Genealogi Jiangxi digolongkan sebagai cabang langsung bahasa Min dalam Atlas Bahasa Tionghoa. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien.