Artemisia herba-alba merupakan semak abadi dari genus Artemisia yang banyak ditemukan di padang rumput kering wilayah Mediterania, meliputi Afrika Utara (terutama kawasan Maroko), Asia Barat seperti Semenanjung Arab, serta Eropa bagian barat daya.[2] Tanaman ini memiliki nilai penting dalam pengobatan tradisional, di mana ia dimanfaatkan sebagai antiseptik alami dan obat antispasmodik untuk meredakan kejang otot dan gangguan pencernaan.
Penamaan
Julukan spesifik herba-alba berasal dari bahasa Latin yang berarti “ramuan putih,” mengacu pada warna batang dan daun tanaman yang tampak keputihan akibat lapisan rambut halus di permukaannya.[3] Dalam berbagai bahasa dan tradisi, tanaman ini memiliki sebutan yang beragam. Dalam bahasa Arab dikenal sebagai syīeḥ (الشيح),[4] dalam bahasa Ibrani Perjanjian Lama disebut la'anah (לענה),[5] sedangkan dalam bahasa Yunani kuno disebut apsinthos. Nama terakhir ini juga muncul dalam teks Alkitab yaitu Kitab Wahyu 8:10–11 dengan bentuk Latin Apsintus.[6]
Deskripsi
Artemisia herba-alba merupakan semak pendek yang tumbuh setinggi 20–40cm. Daunnya beraroma kuat dan tertutup rambut kelenjar halus yang memantulkan cahaya, sehingga memberikan tampilan abu-abu keperakan pada seluruh tanaman. Daun pada tunas steril berwarna abu-abu dan berbentuk bulat telur hingga hampir bundar, sedangkan daun pada batang berbunga yang lebih banyak muncul di musim dingin dan berukuran lebih kecil.[7] Perbungaan tanaman ini terdiri atas kepala bunga yang rapat, berbentuk lonjong dan meruncing di bagian pangkal. Masa berbunga berlangsung dari September hingga Desember,[8] dengan wadah bunga yang tidak berbulu dan masing-masing kepala bunga berisi dua hingga lima bunga hermafrodit berwarna kekuningan.[7]
Kegunaan
Artemisia herba-alba dikenal sebagai pakan bernilai tinggi bagi hewan ternak, terutama domba dan sapi yang merumput di padang rumput Aljazair.[9] Dalam pengobatan tradisional Irak, tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai bahan utama teh herbal untuk membantu mengatasi kencing manis atau diabetes mellitus.[10] Penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak air dari bagian atas tanaman ini memiliki efek menurunkan kadar gula darah pada hewan percobaan, seperti kelinci dan tikus yang menderita diabetes akibat induksi aloksan.[11][12][13]
↑Brown; Driver; Briggs; Gesenius (1998). "Hebrew Lexicon entry for La'anah". The Old Testament Hebrew Lexicon. Lockman Foundation. Diakses tanggal 17 February 2010.
12Pottier-Alapetite, G. (1979). "Flore de la Tunisie: part 2. Dicotyledones, Gamopetales". Tunis, Ministry of Higher Education and Scientific Research (dalam bahasa French). 2: 1012–3. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Feinbrun Dothan, N. (1978). "Flora Palaestina: part 3. Ericaceae to Compositae". Jerusalem, Israel Academy of Sciences and Humanities. 2: 351–3.
↑Al-Waili, N.S. (July 1986). "Treatment of diabetes mellitus by Artemisia herba-alba extract: preliminary study". Clinical and Experimental Pharmacology & Physiology. 13 (7): 569–574. doi:10.1111/j.1440-1681.1986.tb00940.x. PMID3791709. S2CID30856215.
↑Al-Khazraji, S.M.; Al-Shamaony, L.A.; Twaij, H.A.A. (November 1993). "Hypoglycaemic effect of Artemisia herba-alba. I: Effect of different parts and influence of the solvent on hypoglycaemia activity". Journal of Ethnopharmacology. 40 (3): 163–166. doi:10.1016/0378-8741(93)90064-C. PMID8145571.
↑Al-Khazraji, S.M.; Al-Shamaony, L.A.; Twaij, H.A.A. (July 1994). "Hypoglycaemic effect of Artemisia herba-alba. II: Effect of a valuable extract on some blood parameters in diabetic animals". Journal of Ethnopharmacology. 43 (3): 167–171. doi:10.1016/0378-8741(94)90038-8. PMID7990489.
↑M, Marrifa H I, Alib B H and Hassan K (November 1995). "Some pharmacological studies on Artemisia herba-alba (Asso.) in rabbits and mice". Journal of Ethnopharmacology. 49 (1): 51–55. doi:10.1016/0378-8741(95)01302-4. PMID8786657. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)