Antonius Agus Sriyono lahir di Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, pada tanggal 17 Mei 1957.
Pada tahun 1982, Antonius Agus Sriyono menikah dengan Ir. Astuti Retno Widiati. Mereka dikaruniai dua orang putra dan seorang putri, yaitu Anindityo Adi Primasto, Aswiditiyo Nedwika, dan Anastasia Ameria Sekar Reevianti; serta seorang cucu, Ayara Naila Anindya.
Hobi dan Minat
Dalam waktu luangnya, Antonius Agus Sriyono aktif menulis mengenai isu-isu hubungan internasional.
Ia juga telah menjadi editor untuk sejumlah buku yaitu “Indonesia and the United Nations Security Council 1995-1996” (1997); “Hubungan Internasional: Percikan Pemikiran Diplomat Indonesia” (2004); “Pernak Pernik 30 Tahun di Dunia Diplomasi” (2014); dan "Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara (2021).
Saat ini Antonius Agus Sriyono adalah anggota Pusat Studi Kebangsaan Indonesia/dosen pada Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta, serta anggota Dewan Penyantun Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Sejak bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada tahun 1984, Antonius Agus Sriyono telah menjalankan tugas diplomatik di KBRI Den Haag sebagai Sekretaris Ketiga (1987-1990), PTRI New York sebagai Sekretaris Pertama (1994-1998), KBRI Lisbon sebagai Minister Counsellor (2001-2005), KBRI Moskow sebagai Deputy Chief of Mission (2008-2010).
Di dalam negeri, Antonius Agus Sriyono pernah menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kementerian Luar Negeri (2005-2008), dan Deputi II (Koordinator Politik Luar Negeri) Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (2013-2016).[3]
Pada tahun 2010, Antonius Agus Sriyono dilantik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, merangkap Samoa dan Kerajaan Tonga.[4] Pada tahun 2016, ia kembali dilantik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan.[5]
Semasa menjadi bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Antonius Agus Sriyono antara lain berhasil sebagai perintis dan pelopor dalam rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia.[6][7] Rencana kunjungan ini belum sempat terlaksana sebagai akibat dari merebaknya wabah COVID-19 pada tahun 2020. Antonius Agus Sriyono memasuki masa purna tugas pada tahun 2020. Sebelum bergabung dengan Kementerian Luar Negeri, Antonius Agus Sriyono bekerja di Yayasan Prasetiya Mulia.