Fonterra Co-operative Group Limited adalah koperasisusumultinasionalSelandia Baru yang dimiliki oleh 10600 peternak Selandia Baru.[2] Perusahaan ini menguasai 30% ekspor produk susu dunia[3] dan dengan pendapatan mencapai NZ$19.87 miliar[1] menjadikannya perusahaan terbesar di Selandia Baru.
Pada tahun 2013, perusahaan ini diguncang isu mengenai keberadaan bakteri penyebab botulisme di dalam produk susunya. Namun Kementerian Industri Primer Selandia Baru telah mengumumkan hasil pengujian laboratorium yang menunjukkan kekeliruan Fonterra mengidentifikasi bakteri, yang ternyata tidak mengancam kesehatan.[4]