Ia melanjutkan pendidikan di University of Pennsylvania, Philadelphia, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) pada tahun 1990 dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang Ekonomi pada tahun 1994.
Karier
Bidang Akademik
Anggito memulai karier akademiknya sebagai dosen di FEB UGM pada tahun 1988. Ia sempat menjadi Research Fellow di World Bank, Washington D.C. (1992–1994). Setelah kembali ke UGM, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi pada Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM pada tahun 2025. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM.
Pada Februari 2014, Anggito Abimanyu menghadapi isu dugaan plagiarisme terkait opininya di Harian Kompas tanggal 10 Februari 2014, "Gagasan Asuransi Bencana". Opini tersebut dituding memiliki kesamaan dengan tulisan yang diterbitkan oleh Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasman pada tahun 2006.
Menyusul kasus tersebut, Anggito mengajukan permohonan mengundurkan diri sebagai dosen FEB UGM pada 17 Februari 2014, yang kemudian disetujui oleh universitas. Dalam konferensi pers, Anggito menyatakan adanya kesalahan pengutipan referensi.
Kasus Dana Haji
Pada Mei 2014, Anggito mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Pengunduran diri tersebut dikaitkan dengan keinginannya untuk fokus menghadapi kasus dugaan korupsi pengelolaan dana haji, di mana ia diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bibliografi
Buku
Abimanyu, A. (2023). Pelita Hati: Untaian Syair Cinta Tanpa Syarat. Jakarta: Republika Penerbit.
Abimanyu, A. (2014). Tangan Tak Terlihat: Haji, Membangun Manusia Unggul. Bandung: Mizan Media Utama.
Abimanyu, A. (2011). Refleksi dan Gagasan Kebijakan Fiskal. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Abimanyu, A., & Imansyah, M. H. (2008). Sistem Pendeteksian Dini Krisis Keuangan di Indonesia: Penerapan Berbagai Model Ekonomi. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Abimanyu, A. (2000). Ekonomi Indonesia Baru: Kajian dan Alternatif Solusi Menuju Pemulihan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Abimanyu, A. (1988). Minyak Bumi dan Bantuan Luar Negeri Dalam Perekonomian Indonesia. Yogyakarta: STIE YKPN.
Anggito Abimanyu menikah dengan Edharma Yati Latief dan memiliki dua orang anak. Putra nya bernama Mahditya Putra Mahardhika dan putri nya bernama Nadia Rachma.
Selain kariernya di bidang ekonomi dan birokrasi, ia memiliki minat pada olahraga dan musik. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dari tahun 2010 hingga 2014.[10] Anggito juga dikenal mahir memainkan saksofon dan beberapa kali menggelar konser tunggal yang membawakan lagu-lagu ciptaannya. Salah satu lagunya, From Asia to the World, pernah menjadi lagu tema untuk Asian Development Bank (ADB).[11]
Pada tahun 2010, ia menjadi bintang iklan dan duta merek (brand ambassador) untuk produk jamu Tolak Angin dari PT Sido Muncul.[12]