Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
Andi Merya tercatat pernah terpilih dalam dua kali pemilihan umum sebagai anggota DPRD Kabupaten Kolaka. Ia terpilih dalam Pemilu 2009 dan menjabat satu periode penuh pada 2009-2014. Ia kemudian terpilih kembali dalam Pemilu 2014 tetapi hanya menjabat selama 2014-2015. Pada tahun 2015, ia mengundurkan diri dalam rangka pencalonannya sebagai Wakil Bupati Kolaka Timur mendampingi Tony Herbiansah.[4]
Pada 19 Maret 2021, belum mencapai sebulan setelah dilantik, Samsul Bahri meninggal dunia usai bermain sepak bola.[10] Andi Merya kemudian menggantikan Samsul Bahri sebagai Pelaksana TugasBupati Kolaka Timur.[11] Pada tanggal 14 Juni 2021, Andi Merya dilantik secara definitif sebagai Bupati Kolaka Timur. Namun baru tiga bulan menjabat, pada tanggal 21 September 2021 ia ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengurusan persetujuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.