Jenderal (Purn.) Tan Sri Dato' SriHaji Affendi bin Haji Buang (lahir 21 Agustus 1962) adalah Panglima Angkatan Tentera Malaysia ke-21 sejak 2020[1] hingga purna tugas pada 2023.[2]
Kehidupan Awal
Ia lahir di Kuching, Sarawak pada tanggal 21 Agustus 1962. Ia menyelesaikan pendidikan awalnya di kota kelahirannya, dan menyelesaikan pendidikannya di Royal Military College, di Sungai Besi, hingga ia menyelesaikan Sertifikat Ujian Malaysia pada tahun 1979.
Keluarga
Ia menikah dengan Tengku Muhaini binti Sultan Ahmad Shah, seorang Putri keluarga Kerajaan Pahang Malaysia. Ayah mertua nya, Sultan Ahmad Shah, adalah Sultan Pahang ke-5 (1974-2019) dan Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke-7 (1979-1984). Manakala saudara ipar nya Sultan Abdullah juga merupakan Yang di-Pertuan Agong ke-16 (2019-2024).
Karier Militer
Ia bergabung dengan Angkatan Bersenjata Malaysia pada tahun 1980 sebagai Kadet Perwira RMAF, dan menerima pelatihan dasar di Sekolah Kadet Perwira, Sebatang Kara, di Port Dickson . Ia dilantik sebagai Letnan Dua pada tahun 1982, dan ditugaskan di Pusat Pelatihan Penerbangan No. 3 di Bandara Sultan Haji Ahmad Shah di Kuantan.
Berbagai kursus dan seminar telah diikutinya, baik di dalam maupun di luar negeri, seperti Sekolah Staf dan Staf Angkatan Bersenjata Malaysia tahun 1997, Kursus Pertahanan dan Studi Strategis di Centre for Defence and Strategic Studies Australia tahun 2005, dan Royal College of Defence Studies London tahun 2011. Ia juga meraih gelar Master of Art (Studi Strategis) di Deakin University, Australia .
Seorang pilot pesawat tempur yang terlatih dan terampil, ia menerbangkan berbagai pesawat termasuk Aermacchi MB-339 , Douglas A-4 Skyhawk, dan Mikoyan MiG-29 , dan melakukan berbagai misi dukungan udara dan interdiksi. Ia juga merupakan salah satu perwira pendiri Tim Aerobatik "Smokey Bandits".[3] Ia naik pangkat hingga ia dipromosikan sebagai Direktur Jenderal Operasi dan Latihan, Komando Operasi Udara RMAF pada tahun 2014, menjadi Wakil Panglima Angkatan Udara pada tahun 2015, menjadi Panglima Angkatan Udara pada tahun 2016–2020,[4] dan menjadi Panglima Angkatan Tentara Malaysia pada tanggal 2 Januari 2020.[5] Pada tanggal 19 Februari 2020, ia bertemu dengan Perdana MenteriMahathir Mohamad.[6] Ia menyelesaikan jabatan nya sebagai pimpinan tertinggi Angkatan Bersenjata Malaysia pada 5 September 2023 dan menyerahkan nya kepada Jenderal Mohammad Ab Rahman.[7][8]
↑"23 Receive State Decorations". Borneo Bulletin (dalam bahasa Inggris). 15 July 2022. Diarsipkan dari asli tanggal 15 July 2022. Diakses tanggal 15 July 2022.