Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (bahasa Indonesia:adat bersendikan syariat, syariat bersendikan Kitabullahcode: id is deprecated , selanjutnya disingkat ABSSBK) adalah aforisme terkait pengamalan adat dan Islam dalam masyarakat Minangkabau. ABSSBK dideskripsikan bahwa adat Minangkabau harus "bersendikan" kepada syariat Islam, yang pada gilirannya didasarkan pada Al-Quran dan Sunnah.[1]
ABSSBK juga dikenal sebagai aforisme di daerah Nusantara lainnya seperti Aceh,[2] Riau,[3] Jambi,[4] Kerinci, Banjar,[5] Gorontalo, dan Tidore.[6] Bahkan, ABSSBK menjadi motto dari Provinsi Gorontalo.[7]
Di Minangkabau, ungkapan ini dirangkai dengan syarak mangato adaik mamakai (bahasa Indonesia:syariat berkata, adat memakaicode: id is deprecated ), yakni fakta historis bahwa Islam tiba di wilayah Minangkabau melalui pesisir dan bertemu dengan pengaruh adat di dataran tinggi.[8]