Warga Medan Mengamuk, Antre Berjam-jam di SPBU karena BBM Langka
Warga Medan Mengamuk, Antre Berjam-jam di SPBU karena BBM Langka
Pelonggaran aktivitas masyarakat pascapandemi COVID-19 memicu peningkatan mobilitas warga, yang kemudian memicu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan, Sumatra Utara. Kelangkaan BBM subsidi ini mengakibatkan antrean panjang di beberapa SPBU.
Apa yang Terjadi?
Sejumlah SPBU di Medan kehabisan stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax pada Selasa (14/7) malam. Kondisi ini terpantau di antaranya di SPBU Pajak Sore Jalan Jamin Ginting, SPBU Simpang Pos Jalan Jamin Ginting, dan SPBU Lau Chih Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan. Salah seorang pengendara, Leo Sembiring, mengaku telah mendatangi empat SPBU dan semuanya kehabisan BBM subsidi jenis Pertalite. Ia akhirnya memutuskan beranjak ke SPBU Ngumbang Surbakti. “Sudah empat SPBU saya datangi, yakni SPBU Lau Chih, SPBU Al-Azhar, SPBU Johor, dan SPBU Lapangan Tembak, baru dapat di SPBU Ngumbang Surbakti. Tangki minyak saya juga sudah hampir kosong,” ucap Leo di lokasi. Leo menceritakan bahwa ia mulai mengantre sejak pukul 18.30 WIB dan hingga pukul 22.30 WIB dirinya masih berada di dalam antrean. Ia mengaku terpaksa bertahan karena harus bekerja keesokan harinya.
Mengapa dan Dampaknya
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa antrean panjang tersebut sudah terjadi selama dua hari terakhir. Masalah ini disebabkan oleh persoalan distribusi akibat adanya pemecatan massal sopir truk BBM. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan TNI/Polri. Kami dari TNI/Polri menyiapkan driver,” ujar Bobby, Selasa (14/7). Bobby meminta agar permasalahan internal ini tidak sampai mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pihak pemerintah daerah bersama aparat akan membantu mengatasi persoalan distribusi tersebut. “(TNI/Polri) cek pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini dari TNI/Polri sudah siap jumlah personel untuk kontrol. Pertamina sedang berkoordinasi berapa jumlah yang dibutuhkan, pemerintah siap men-cover sementara,” kata Bobby. Kelangkaan BBM ini tentunya berdampak pada aktivitas warga, terutama yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja atau beraktivitas sehari-hari.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah daerah dan aparat keamanan berupaya untuk menyelesaikan masalah distribusi BBM ini secepatnya. Koordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait lainnya terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat. Warga pun diharapkan untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi-aksi yang dapat memperburuk situasi. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan masalah kelangkaan BBM ini dapat segera teratasi dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8574551/bbm-langka-di-medan-warga-antre-berjam-jam-di-spbu, without altering the facts of the original article.