Gebyar MPLS Perdana, Gus Ipul Resmi Buka Sekolah Rakyat di Sragen
Gus Ipul Resmi Buka Sekolah Rakyat di Sragen
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, gelombang pertama bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Sekolah Rakyat merupakan program yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Gus Ipul berharap sekolah ini dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk menimba ilmu dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Gus Ipul beserta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan rombongan disambut penampilan baris-berbaris dari siswa-siswi SRT 78, Kabupaten Sragen dan yel-yel dari calon siswa. Kemudian ada juga penampilan pencak silat dari Arya Purbaya, siswa SRMA 17 Surakarta. Penampilan berikutnya berupa pidato tiga bahasa, yakni Jepang, Inggris dan Arab. Lalu, ada pula penampilan istimewa paduan suara siswa-siswi Sekolah Rakyat serta pembacaan puisi. Selain itu, ada juga demonstrasi sistem mengajar di Sekolah Rakyat yang diperagakan oleh seorang guru IPA bernama Aulia.
Apa yang Terjadi
MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 ini merupakan kegiatan perdana bagi Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen. Dalam kesempatan itu, Gus Ipul sempat berdialog dengan para calon siswa-siswi yang akan bersekolah di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen. Ia menanyakan kesiapan para murid yang nantinya menimba ilmu di sekolah berkonsep asrama ini. “Siap sekolah?” tanya Gus Ipul kepada para calon siswa. “Siap” jawab mereka kompak dan penuh semangat. “Ada yang ingin mundur?” tanya Gus Ipul lagi. “Alhamdulillah semuanya sudah semangat sekolah,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul mengungkapkan, ada sekitar 28 ribu siswa baru yang bergabung di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran ini. Jumlah tersebut terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang tersebar di beberapa titik Sekolah Rakyat. “Dan ini masih akan bertambah terus (jumlahnya),” ujar Gus Ipul.
Mengapa dan Dampak
Sekolah Rakyat merupakan program yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan membantu mereka keluar dari kemiskinan. Dengan adanya Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga prasejahtera dapat menimba ilmu dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Murni, ibu salah satu calon siswi Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen mengaku sangat senang anaknya Septiana Selfi Safira (12) bisa melanjutkan pendidikan. Ia berharap anaknya kelak menjadi sosok yang pintar, sukses, dan bisa menggapai cita-cita sebagai guru matematika. “Anak saya walaupun terlahir dari keluarga tidak mampu, Alhamdulillah mendapat peringkat 1 terus, makanya tadi menyukai matematika,” ungkap Murni.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Gus Ipul menjelaskan, tidak ada sistem pendaftaran bagi murid-murid yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Dia menegaskan, hanya ada proses penjangkauan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. “Saya ingin sampaikan bahwa Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan oleh pendamping-pendamping sosial Kementerian Sosial bekerjasama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini timnya bapak bupati, wali kota, atau juga timnya gubernur di tingkat provinsi. Kerja sama bersama Dikdasmen setempat, bersama BPS untuk menjangkau keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Dengan demikian, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk menimba ilmu dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Program ini diharapkan dapat membantu anak-anak keluar dari kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8247152/gus-ipul-buka-mpls-perdana-sekolah-rakyat-di-sragen, without altering the facts of the original article.