Turis China Digigit Anjing Rabies di Bali, Begini Nasibnya yang Mengerikan

Turis China Digigit Anjing Rabies di Bali, Begini Nasibnya yang Mengerikan

Turis China, Li Qiujun, menjadi korban gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies di Jalan Brigjen Ngurah Rai Nomor 10, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Bangli. Perempuan 30 tahun itu mengalami luka gigitan di paha kanan setelah seekor anjing putih menggigitnya pada Senin (13/7) pukul 16.00 Wita. Kejadian ini bermula saat Li Qiujun sedang berbelanja di swalayan di depan RSUD Bangli dan hendak pulang ke Ubud, Gianyar, bersama pemandu wisatanya.

Apa yang Terjadi

Sebelum menggigit Li Qiujun, anjing tersebut sempat menyerang seorang warga di Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, bernama Ni Ketut Suciasih. Suciasih digigit anjing di sekitar rumahnya, tak jauh dari Rutan Bangli. Anjing tersebut kemudian menggigit Li Qiujun saat dia sedang berjalan keluar dari swalayan. Li Qiujun langsung mendapat penanganan awal di RSUD Bangli dan disarankan untuk mencari vaksin antirabies (VAR) di klinik atau puskesmas.

Mengapa dan Dampak

Mengapa Kejadian Ini Bisa Terjadi?

Kejadian ini terjadi karena anjing yang menggigit Li Qiujun dan Suciasih diduga terinfeksi rabies. Menurut Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas PKP Bangli, Made Armana, anjing tersebut tidak menunjukkan gejala rabies sehari sebelum kejadian, namun menunjukkan tingkah laku agresif dan menggigit dua orang pada hari berikutnya.

Dampak bagi Pihak Terkait

Dampak dari kejadian ini adalah Li Qiujun dan Suciasih harus menjalani proses vaksinasi antirabies untuk mencegah penyebaran penyakit rabies. Keduanya telah disuntik VAR di klinik dan puskesmas. Kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat tentang potensi penyebaran penyakit rabies di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi hewan peliharaan dan penanganan yang tepat terhadap hewan yang terinfeksi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Li Qiujun dan Suciasih masih harus menunggu hasil pemeriksaan sampel otak anjing yang menggigit mereka untuk memastikan apakah mereka terinfeksi rabies atau tidak. Proses ini membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya dari hewan yang tidak terawat dengan baik. Selain itu, pihak berwenang juga harus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan penyakit rabies di wilayah tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8575428/duh-lagi-liburan-di-bali-turis-china-malah-digigit-anjing-diduga-kena-rabies, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *