Rilis Data Inflasi AS: Harga Emas Antam Melambung Tinggi Hari Ini

Harga Emas Antam Melambung Tinggi Hari Ini

Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada Selasa, 14 Juli 2026, setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Harga emas spot naik 1,2% menjadi US$ 4.046,64 per ons, setelah jatuh ke level terendah sejak 1 Juli pada awal sesi perdagangan. Emas batangan yang dihargai dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya, menyusul penurunan dolar AS sebesar 0,35%.

Apa yang Terjadi

Inflasi konsumen AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada Juni. Indeks harga konsumen meningkat sebesar 3,5% dalam 12 bulan hingga Juni setelah melonjak 4,2% pada Mei. Sementara itu, inflasi CPI inti secara bulanan tidak berubah selama bulan tersebut, setelah naik 0,2% pada Mei. Setelah data tersebut, pelaku pasar keluar dari taruhan The Federal Reserve (the Fed) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 28-29 Juli.

Sebelumnya, harga emas dunia turun sekitar 3% pada perdagangan Senin setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran. Langkah tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia, meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, sekaligus memperbesar peluang suku bunga AS tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Mengapa dan Dampak

Menurut seorang pedagang logam independen, Tai Wong, “Emas melonjak lebih tinggi setelah laporan CPI yang mengejutkan dan lebih rendah, yang menunjukkan angka utama turun, tetapi yang lebih penting, angka inti tidak berubah dibandingkan dengan 0,2%. Ini seharusnya menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga secara tajam setidaknya untuk pertemuan Juli dan September.”

Analis pasar Forex.com, Fawad Razaqzada, menyatakan bahwa tekanan terhadap harga emas masih berpotensi berlanjut apabila harga minyak terus bergerak naik. Razaqzada memperkirakan, harga emas dapat turun lebih dalam jika tekanan jual di pasar semakin kuat. “Jika harga minyak terus naik, harga emas berpotensi menembus level yang lebih rendah dan pada awalnya bisa menuju US$ 3.800, bahkan dalam jangka waktu tertentu dapat turun hingga US$ 3.500 apabila tekanan jual semakin meningkat,” katanya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Fokus investor kini tertuju pada pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang dijadwalkan menyampaikan kesaksian pertamanya mengenai kebijakan moneter di hadapan Kongres AS pada Selasa waktu setempat. Pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataannya untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga pada periode berikutnya. Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 71% bahwa bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8246451/harga-emas-melambung-setelah-rilis-data-inflasi-as, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *