Oknum Peneror SDN di Srengseng Sawah Ditangkap, Motifnya Bikin Geram
Oknum pelaku teror yang mengancam akan meledakkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jakarta Selatan pada hari pertama masuk sekolah telah ditangkap. Pelaku, yang merupakan orang tua dari salah satu siswa di sekolah tersebut, mengirimkan pesan ancaman bom melalui WhatsApp kepada guru sekolah. Ancaman tersebut menyebutkan bahwa sekolah akan meledak dalam hitungan menit dan bahwa pelaku telah menempatkan bom di 11 titik.
Momen Penentu di Menit Akhir
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan bahwa laporan ancaman bom tersebut diterima pada pukul 07.30 WIB, saat para siswa sedang bersiap melaksanakan upacara. “Sudah upacara baru lihat WA-nya kita langsung datang semuanya Camat, Lurah,” kata Nurma. Pihak kepolisian kemudian melakukan penyisiran di sekolah tersebut dan tidak menemukan adanya bahan peledak.
Pelaku, yang berinisial MY, berhasil ditangkap dalam tempo kurang dari 24 jam. MY dijerat dengan Pasal 601 KUHP terkait ancaman teror. “Sudah ditetapkan tersangka. Ada dua alat bukti,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah.
Apa yang Terjadi
Ancaman bom tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan murid dan orang tua. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) langsung dibubarkan. “Sudah dibubarkan, kita sudah koordinasi dengan semua pihak,” ujar Nurma. Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror diterjunkan untuk melakukan penyisiran di sekolah tersebut.
Dari video yang diterima, tampak pihak kepolisian menyisir sejumlah kelas dan setiap sudut di sekolah. Siswa dikumpulkan di lapangan sebelum dibubarkan. Polisi juga mencoba menenangkan dan memberi penjelasan kepada orang tua siswa yang panik karena ancaman tersebut.
Mengapa dan Dampak
Menurut Iskandarsyah, pelaku mengaku terlilit utang pinjaman online (pinjol). Namun, kata Iskandarsyah, penuturan itu tidak berpengaruh pada pengusutan kasus teror. “Ada juga (pinjaman online), tapi nggak nyambung kenapa dia ancam sekolah. Kemarin kan dia ngomong aja, sekarang lagi sama psikolog forensik,” imbuhnya.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Kamtono, memastikan bahwa kondisi sekolah kembali aman. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi sudah kembali berjalan normal pascateror bom. “Ya, dari hari ini MPLS hari kedua berjalan dengan lancar. Teman-teman tadi sudah melihat kita mengadakan senam bareng, kemudian alhamdulillah didatangi ya Bapak Menteri Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ya,” kata Kamtono.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kejadian ini tentunya menimbulkan dampak yang signifikan bagi pihak sekolah dan orang tua siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. Dengan penangkapan pelaku, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku teror lainnya. Sekolah juga akan terus meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi siswa dan guru.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8574535/dalih-iseng-berujung-tersangka-bagi-peneror-sdn-di-srengseng-sawah, without altering the facts of the original article.