Nikita Mirzani Kuak Kejanggalan Vonis, Pihaknya Pertanyakan Bukti Video
Nikita Mirzani kembali menjadi sorotan setelah kuasa hukumnya, Usman Lawara, mengungkapkan kejanggalan dalam vonis yang dijatuhkan kepada kliennya. Menurut Usman, terdapat ketidaksesuaian antara fakta di persidangan dengan berkas putusan dari tingkat pertama hingga kasasi. Nikita Mirzani adalah salah satu figur publik yang terseret dalam kasus pidana terkait Undang-Undang Informasi dan Teknologi (UU ITE).
Kejanggalan dalam Penanganan Bukti
Usman Lawara menjelaskan bahwa bukti yang dilampirkan oleh jaksa selama ini hanyalah tangkapan layar atau screenshot, namun dalam pertimbangan hakim, bukti tersebut dituliskan seolah-olah merupakan sebuah potongan rekaman video siaran langsung. “Jaksa melampirkan ini. Inilah yang dia bilang adalah potongan video live rekaman. Ini screenshot, Bos, bukan video. Mana videonya? Teman-teman media masih ingat nggak, ada nggak video live waktu diputar di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan?” kata Usman Lawara saat ditemui usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
Pihak Nikita Mirzani menilai hal ini sebagai kekeliruan dalam penanganan perkara ITE. Usman Lawara menegaskan sebuah screenshot tidak bisa merepresentasikan narasi utuh dari sebuah siaran langsung yang berdurasi panjang. Hal inilah yang mendasari keyakinan tim hukum kliennya telah menjadi korban kekhilafan hakim dalam memutus perkara di tingkat-tingkat sebelumnya.
Fakta yang Mendasari Kekhilafan
Usman Lawara menambahkan bahwa tim kuasa hukum merujuk pada keterangan saksi ahli yang dihadirkan sebelumnya. Ahli menyebutkan dalam kasus pidana yang bersumber dari media sosial, penyitaan akun secara utuh bersifat wajib. “Ahli mengatakan kalau orang dilakukan penuntutan atau didakwa dengan hal demikian, maka wajib harus disita dong akun TikTok-nya untuk melihat secara utuh video yang ada di dalam akun tersebut,” terangnya.
Dengan demikian, tim kuasa hukum Nikita Mirzani berharap Majelis Hakim di tingkat PK dapat melihat kejanggalan bukti elektronik ini secara jeli. Mereka menyatakan ketiadaan video asli yang menunjukkan adanya unsur ancaman atau pemaksaan seharusnya menggugurkan dakwaan terkait Pasal 27B ayat (2) UU ITE yang dialamatkan kepada Nikita.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dalam penanganan kasus pidana yang terkait dengan UU ITE. Apabila benar bahwa terdapat kekhilafan dalam penanganan bukti, maka hal ini dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk mengklarifikasi dan memastikan bahwa kasus-kasus serupa ditangani dengan lebih transparan dan adil.
Nikita Mirzani dan tim kuasa hukumnya masih harus menempuh jalan panjang dalam proses hukum ini. Namun, dengan adanya sorotan publik dan perhatian dari berbagai pihak, diharapkan bahwa keadilan dapat ditegakkan dan hak-hak klien dapat terlindungi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Majelis Hakim di tingkat PK masih harus mempertimbangkan bukti-bukti yang ada dan memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah adil dan berdasarkan pada fakta-fakta yang ada. Oleh karena itu, kita harus menunggu hasil akhir dari proses hukum ini dan melihat apakah keadilan dapat ditegakkan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://hot.detik.com/celeb/d-8574981/pihak-nikita-mirzani-pertanyakan-bukti-video-yang-jadi-dasar-vonis, without altering the facts of the original article.