Kredit UMKM Masih Terkendala, Ini Penyebabnya
Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih terkendala dalam mencapai target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Target sebesar 25% atau sekitar Rp 2.200 triliun diharapkan dapat tercapai, namun hingga saat ini, Kementerian UMKM baru mampu mencapai Rp 1.500 triliun, dengan Rp 270 triliun di antaranya berasal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Tantangan dalam Penyaluran Kredit UMKM
Maman, salah satu pejabat terkait, mengakui bahwa capaian tersebut masih di bawah target. “Saya harus apa adanya, kita harus berani menyampaikan ini. Kita baru mampu mencapai Rp 1.500 triliun di mana di dalam Rp 1.500 triliun itu ada Rp 270 triliun KUR,” ujar Maman dalam Raker dengan Komisi VII DPR, Rabu (15/7/2026).
Maman menjelaskan bahwa tantangan dalam penyaluran kredit ke UMKM tidak bisa dipaksakan tumbuh jika ekosistem usaha belum mendukung. Jika dipaksakan adanya peningkatan, peningkatan pembiayaan tanpa diikuti kemampuan UMKM menjual produknya justru berpotensi meningkatkan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
Mengapa Kredit UMKM Masih Terkendala?
Maman mengungkapkan bahwa banyak UMKM yang sudah dibekali dengan pembiayaan dan pelatihan namun justru malah sulit untuk menjual produknya. “Tetapi setelah dia kita kasih pinjaman, setelah dia kita kasih dia bisa produksi barang tumbuh naik, ini yang mau jual barangnya ke pasar enggak laku. Kenapa enggak laku? Karena pasarnya becek, enggak ada yang mau beli. Kenapa? Karena hari ini pasar-pasar kita dipenuhi dengan barang-barang impor,” ujar Maman.
Hal ini menyebabkan dampak yang signifikan, yaitu meningkatnya kredit macet dan NPL. “Inilah situasinya. Makanya kami dalam menuju ke angka 25% harus melihat semua aspek, tidak bisa hanya sekadar dengan mengejar target ke 25%,” sambungnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kondisi ini menunjukkan bahwa perlu adanya keselarasan antara aspek pembiayaan dengan aspek penjualan di pasar. Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan perbaikan di berbagai institusi yang ada, misalnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam menjual produknya.
“Supaya apa? Barang-barang yang masuk dari luar itu sudah mulai disterilisasi,” tuturnya. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan UMKM dalam bersaing dengan produk impor dan meningkatkan penjualan produknya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kredit UMKM masih memiliki jalan panjang untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Perlu adanya upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam menjual produknya dan meningkatkan keselarasan antara aspek pembiayaan dengan aspek penjualan di pasar. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan UMKM dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/moneter/d-8576006/terungkap-tantangan-besar-penyaluran-kredit-umkm, without altering the facts of the original article.