Jaksa Lopa Dihormati, Ternyata Punya Celengan Receh dan Suka Rental PlayStation

Jaksa Lopa, Simbol Integritas Aparat Penegak Hukum

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan terkait dugaan korupsi yang menyeret namanya. Di tengah kontroversi ini, publik kembali mengingat sosok Jaksa Agung Baharuddin Lopa, yang dikenal karena gaya hidup sederhana dan integritasnya sebagai aparat penegak hukum. Lopa memiliki celengan receh dan suka rental PlayStation, sebuah kontras dengan gaya hidup mewah yang sering dikaitkan dengan pejabat tinggi.

Baharuddin Lopa, atau yang akrab disapa Lopa, adalah seorang jaksa yang sangat dikenal karena kejujuran dan kesederhanaannya. Ia lahir di Mandar, Sulawesi Selatan, pada 27 Agustus 1935 dan meniti karier panjang di dunia hukum. Lopa pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Ternate, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Menteri Kehakiman dan HAM, hingga Jaksa Agung pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Apa yang Terjadi: Sebuah Kisah Kesederhanaan

Lopa dikenal memiliki gaya hidup yang sangat sederhana. Ia menabung receh demi receh dari gajinya untuk merenovasi rumah sederhana miliknya di Makassar. Tabungan itu pun belum cukup, sehingga ia membuka wartel lima bilik di samping rumahnya di Pondok Bambu, Jakarta. Ia juga membuka usaha penyewaan PlayStation dan sesekali menerima honor dari menulis kolom di surat kabar. Lopa ingin tambahan penghasilannya berasal dari pekerjaan yang sah, bukan dari jabatan yang sedang diemban.

Mengapa dan Dampak: Sebuah Teladan Integritas

Kisah Lopa menjadi potret kecil dari perjalanan hidup seorang jaksa yang dikenal keras terhadap korupsi, tetapi sangat sederhana dalam kehidupan pribadi. Ia memerintahkan pemulangan Sjamsul Nursalim dan Prajogo Pangestu dari luar negeri untuk diperiksa. Ia juga menangani perkara yang melibatkan Akbar Tanjung, Arifin Panigoro, Ginanjar Kartasasmita, hingga membuka penyelidikan terhadap mantan Presiden Soeharto. Lopa dikenal sangat disiplin dan memiliki integritas yang tinggi sebagai aparat penegak hukum.

Mantan Ketua KPK Abraham Samad mengenang rumah Lopa di Makassar yang tetap sederhana meski ia pernah menduduki jabatan tinggi negara. “Rumahnya di Makassar sangat sederhana sebagai rumah seorang pejabat tinggi negara pada saat itu, dibandingkan dengan para pejabat tinggi saat itu dan sekarang ini,” tulis Abraham. Kesederhanaan Lopa menjadi teladan bagi pejabat lain, dan ia tetap dikenang sebagai salah satu simbol integritas aparat penegak hukum.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Jaksa Lopa meninggalkan kita pada 2001, tetapi kisahnya tetap menjadi inspirasi bagi kita semua. Di tengah sorotan terhadap dugaan korupsi yang menyeret pejabat tinggi, kita kembali mengingat pentingnya integritas dan kesederhanaan dalam kehidupan pribadi. Lopa menunjukkan bahwa seorang pejabat tinggi dapat hidup sederhana dan memiliki integritas yang tinggi, tanpa harus memiliki gaya hidup mewah. Kita masih memiliki jalan panjang untuk menempuh, tetapi kisah Lopa dapat menjadi panduan bagi kita semua.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8246299/celengan-receh-dan-rental-playstation-di-balik-integritas-jaksa-lopa, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *