Harga Minyak Dunia Naik Drastis Usai AS Lakukan Serangan Baru ke Iran
Harga minyak dunia naik drastis pada Selasa, 14 Juli 2026, setelah Amerika Serikat (AS) melakukan serangan baru ke Iran. Serangan ini terjadi sebelum AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 1,5% dan ditutup pada US$ 79,34 per barel, sementara harga minyak mentah berjangka Brent menguat 1,2% dan ditutup pada US$ 84,73 per barel.
Serangan AS ke Iran
Militer AS melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Selasa pekan ini, saat memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan dan daerah pesisir negara itu. Serangan ini dilakukan pada pukul 4 sore ET, demikian disampaikan Komando Pusat dalam sebuah unggahan media sosial. Serangan ini merupakan serangan ketiga berturut-turut yang dilakukan AS terhadap Iran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump meninggalkan tuntutannya agar kapal membayar biaya 20% atas kargo mereka untuk melintasi Selat Hormuz di bawah perlindungan militer AS. Trump menuturkan, negara-negara Teluk akan berinvestasi di AS sebagai pembayaran kembali. Trump mengalah setelah industri pelayaran sebagian besar menentang biaya tersebut.
Mengapa Serangan Ini Terjadi?
Serangan ini terjadi karena AS dan Iran terus berjuang untuk mengendalikan Selat Hormuz, jalur air yang strategis bagi perdagangan minyak global. Iran telah berupaya memungut pungutan untuk jalur aman melalui Hormuz, tetapi AS dengan tegas menentang biaya yang dikenakan oleh Republik Islam tersebut. Teheran setuju untuk tidak mengenakan pungutan selama 60 hari berdasarkan kesepakatan sementara yang ditandatangani dengan AS pada 17 Juni.
Dampak Serangan Ini
Serangan ini memiliki dampak signifikan terhadap harga minyak dunia. Harga minyak mentah AS diperdagangkan di atas US$ 80 per barel di awal sesi karena Washington dan Teheran terus berjuang untuk mengendalikan Hormuz. Selain itu, serangan ini juga mempengaruhi lalu lintas pengiriman melalui Hormuz, dengan penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir. Namun, Departemen Energi AS mengatakan bahwa 8,5 juta barel minyak melintasi selat tersebut pada Minggu saja, meskipun ada permusuhan dengan Iran.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Serangan ini menunjukkan bahwa konflik antara AS dan Iran masih berlanjut, dan dapat mempengaruhi stabilitas harga minyak dunia. Selain itu, serangan ini juga menunjukkan bahwa AS masih berkomitmen untuk melindungi kepentingan nasionalnya di Timur Tengah. Ke depan, perlu dilihat bagaimana situasi ini akan berkembang dan bagaimana dampaknya terhadap harga minyak dunia.
Jalan panjang masih harus ditempuh dalam menyelesaikan konflik ini. Namun, yang jelas adalah bahwa harga minyak dunia akan terus dipantau dengan ketat, dan setiap perkembangan dalam konflik ini dapat mempengaruhi harga minyak dalam jangka pendek.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8246463/harga-minyak-melejit-usai-serangan-baru-as-ke-iran, without altering the facts of the original article.